
BAYANGKAN sebuah makhluk purba dengan panjang tubuh mencapai 339 milimeter merayap di permukaan Bumi jutaan tahun lalu. Selama bertahun-tahun, Megarachne servinei memegang predikat sebagai laba-laba terbesar yang pernah ditemukan. Namun, penelitian mendalam terhadap fosil yang ditemukan di Bajo de Véliz, Provinsi San Luis, Argentina ini mengungkap fakta yang mengejutkan: ia sama sekali bukan laba-laba.
Awal Mula Identifikasi sebagai Laba-laba Raksasa
Identifikasi awal Megarachne servinei sebagai laba-laba mirip tarantula didasarkan pada bentuk karapasnya yang sekilas sangat menyerupai kelompok arachnida tersebut. Beberapa fitur fisik yang sempat mengecoh para peneliti antara lain:
- Tonjolan Mata: Posisi mata pada karapas dianggap identik dengan struktur laba-laba.
- Chelicerae: Bagian depan karapas yang menonjol ditafsirkan sebagai sepasang alat mulut (chelicerae) berbentuk spatula.
- Abdomen: Struktur melingkar di bagian belakang fosil awalnya dianggap sebagai perut atau abdomen laba-laba.
Bahkan, pemeriksaan menggunakan sinar-X sempat memperkuat dugaan ini dengan memperlihatkan garis-garis melengkung di dalam matriks batuan yang ditafsirkan sebagai taring chelicerae, sternum, labium, dan coxae.
Kejanggalan yang Mengubah Sejarah
Seiring berkembangnya teknologi dan pembandingan spesimen, para ahli mulai menemukan kejanggalan. Ornamen pada kutikula dan adanya jahitan (suture) yang membagi karapas menjadi bagian depan dan belakang merupakan fitur yang tidak pernah ditemukan pada spesies laba-laba mana pun. Begitu pula dengan bentuk chelicerae spatula yang dianggap tidak lazim.
Setelah dibandingkan dengan kelompok chelicerata raksasa dari Periode Karbon, peneliti menyimpulkan bahwa Megarachne lebih tepat diklasifikasikan sebagai eurypterid (kalajengking laut purba) raksasa.
Perbandingan Identifikasi Megarachne servinei
| Fitur Fisik | Tafsiran Awal (Laba-laba) | Fakta Terbaru (Eurypterid) |
|---|---|---|
| Kutikula | Kulit laba-laba umum | Memiliki mukron dan lunula (khas eurypterid) |
| Karapas | Satu kesatuan | Memiliki jahitan pembagi depan-belakang |
| Coxae | Bagian kaki laba-laba | Berukuran besar, khas kelompok eurypterid |
| Kemiripan Genus | Tarantula raksasa | Sangat mirip dengan Woodwardopterus |
Gaya Hidup di Perairan Purba
Analisis terbaru menunjukkan bahwa Megarachne memiliki kemiripan kuat dengan eurypterid lain seperti Hibbertopterus dan Cyrtoctenus. Struktur seperti bilah pada pelengkap bagian depannya diduga kuat berfungsi untuk menyapu sedimen di dasar air guna mencari makanan.
Meski identitasnya sebagai eurypterid telah dikonfirmasi, makhluk ini tetap menyisakan misteri. Para peneliti masih kesulitan menjelaskan fungsi dari tergit opisthosomal kedua yang berukuran besar dan melingkar. Selain itu, bukti sedimentologi juga masih menimbulkan perdebatan mengenai habitat pastinya.
Kesimpulannya, Megarachne servinei bukanlah laba-laba terbesar di Bumi, melainkan spesies eurypterid raksasa dengan bentuk tubuh yang sangat unik dan tidak biasa, yang sempat mengecoh dunia ilmu pengetahuan selama bertahun-tahun. (Biology Letters, The Royal Societ/Z-1)
