
PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) secara serentak di 17 lokasi di seluruh Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa gagasan pendirian SNT ini berasal dari gagasan Presiden Prabowo Subianto.
“Gagasan pendirian SNT berasal dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang merupakan wujud komitmen beliau sesuai Asta Cita keempat yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ungkapnya saat menjadi pembina upacara di Sekolah Nasional Terintegrasi 7 Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8).
Lebih lanjut, menurutnya SNT merupakan satu bentuk sistem atau model pendidikan yang juga konsisten dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional di mana anak yang memiliki kemampuan dan bakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus.
“SNT kita kembangkan sebagai penjabaran Inpres dan sebagai bagian dari usaha besar bangsa Indonesia untuk wujudkan generasi emas. Kalian adalah pionir dan pelopor yang menjadi mitra kami dan menjadi agen dalam mewujudkan pendidikan nasional bermutu dan generasi emas ini 2045,” tegas Abdul Mu’ti.
SNT dikatakan telah menjadi sejarah baru karena baru dilaksanakan pada periode ini. Tujuannya untuk memberikan kesempatan dan pelayanan pada anak yang istimewa untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi.
“Model pendidikan khusus ini adalah pilihan agar semua dapat tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan akademik yang dimiliki dan menjadi generasi hebat Indonesia,” tuturnya.
Adapun 17 lokasi SNT antara lain di Kabupaten Bogor, Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Untuk tahap awal penyelenggaraannya (SNT) dilakukan di fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan pemerintah daerah. Proses pembangunan sedang akan dilaksanakan dan harapannya tahun depan SNT punya gedung sendiri dengan fasilitas yang memungkinkan murid dapat belajar sebaik-baiknya,” pungkasnya. (P-4)
