Pentingnya Ekosistem Keluarga dalam Mendampingi Tumbuh Kembang Anak di Era Modern
Ilustrasi(magnific)

TANTANGAN dalam mendampingi tumbuh kembang anak kini semakin kompleks seiring dengan perubahan pola hidup dan derasnya arus informasi kesehatan. Orangtua tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga harus memahami aspek nutrisi, stimulasi perkembangan, kesehatan mental, hingga deteksi dini gangguan tumbuh kembang.

Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS., menekankan bahwa persoalan ini tidak lagi sekadar masalah medis. Menurut dokter yang akrab disapa dr. Tiwi tersebut, kesiapan keluarga dan dukungan lingkungan menjadi kunci utama dalam memastikan anak memperoleh pendampingan yang tepat.

“Tantangan tumbuh kembang anak di era modern berkaitan erat dengan kesiapan keluarga serta komunitas dalam mendapatkan dukungan dan edukasi yang tepat,” ujar dr. Tiwi.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas sangat krusial untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.

MI/HO—Bunda Parenting Convention

Dukungan Khusus untuk Bayi Prematur

Urgensi keterlibatan keluarga sangat terasa dalam perawatan bayi prematur. Dokter Anak Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta, Dr. dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A., Subsp.Neo., menjelaskan bahwa perawatan tidak berakhir saat bayi keluar dari rumah sakit.

“Keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga adalah faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesiapan bayi menghadapi tantangan di awal kehidupannya,” jelas dr. Adhi.

Melalui ajang Bunda Parenting Convention, pihak rumah sakit berupaya membekali keluarga dengan pengetahuan agar lebih percaya diri merawat bayi prematur di rumah.

Membangun Ekosistem Pengasuhan

Konsep pengasuhan modern kini mengadopsi prinsip “It takes a village to raise a child”. Pengasuhan tidak lagi dibebankan sepenuhnya kepada orangtua, melainkan melibatkan ekosistem yang terdiri dari keluarga besar, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, hingga tempat kerja.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk (BMHS), Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menyatakan bahwa BMHS berkomitmen memperkuat ekosistem ini selama lebih dari lima dekade.

“Kami mengintegrasikan layanan klinis, edukasi, dan pendampingan keluarga untuk membantu keluarga Indonesia menghadapi tantangan pengasuhan era modern,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menyoroti peran penting ibu sebagai “arsitek kehidupan”. Ia menekankan bahwa perempuan yang bekerja sekaligus membangun keluarga membutuhkan teamwork yang solid dalam keluarga serta lingkungan yang mendukung agar dapat menjalankan kedua peran secara optimal.

Sebagai langkah nyata, RSIA Bunda Jakarta menyelenggarakan Bunda Parenting Convention 2026 dengan tema “From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters”. Kegiatan ini juga bertepatan dengan Pekan Menyusui Sedunia 2026 yang mengusung kampanye penguatan praktik menyusui untuk masa depan berkelanjutan.

Berikut adalah ringkasan materi edukasi dan fokus layanan yang dihadirkan dalam rangkaian kegiatan tersebut:








Kategori Materi Fokus Edukasi & Layanan
Persiapan Kehamilan & Kelahiran Hypnobirthing, edukasi antenatal, dan perawatan bayi baru lahir.
Tumbuh Kembang & Nutrisi Deteksi dini gangguan perkembangan, penanganan masalah makan, dan pencegahan obesitas sejak dini.
Dukungan Menyusui Talkshow “Ayah ASI” untuk memperkuat peran ayah dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Layanan Intensif (NICU) Penerapan Family Integrated Care (FICare) dan Kangaroo Mother Care (KMC).

Melalui pendekatan berbasis ekosistem dan integrasi layanan kesehatan, BMHS berharap keluarga tidak hanya mendapatkan akses medis saat sakit, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan yang kuat untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga masa depan yang cerah. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *