Pendampingan UMKM Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga Siti Zahra Aghnia mengunjungi booth Pertamina Patra Niaga di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Jakarta.(Antara)

Pendampingan yang tepat menjadi salah satu faktor penting agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu berkembang secara berkelanjutan. Selain memperkuat kapasitas bisnis, akses terhadap pembiayaan, pelatihan, dan pasar dinilai menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Perjalanan tersebut dirasakan Anarita, pendiri Narita Shibori, UMKM fesyen asal Bandung yang mengembangkan teknik pewarnaan kain shibori menjadi berbagai produk bernilai tambah. Usaha yang berawal dari skala rumahan itu sempat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga minimnya peluang promosi. Perubahan mulai terjadi setelah Narita Shibori bergabung sebagai UMKM binaan PT Pertamina (Persero) pada 2019. Melalui program pembinaan berkelanjutan, perusahaan memberikan dukungan berupa akses pembiayaan, peningkatan kapasitas melalui UMK Academy, serta kesempatan mengikuti berbagai pameran di dalam maupun luar negeri.

“Kami mendapat modal kerja untuk produksi, bantuan pemasaran skala nasional hingga internasional, serta pelatihan melalui Pertamina Academy,” ujar Anarita.

Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan usaha. Dalam beberapa tahun terakhir, omzet Narita Shibori meningkat hampir tiga kali lipat. Produknya kini tampil di sejumlah pameran nasional, seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, dan Tunjukkan Indonesiamu, serta mendapat kesempatan mengikuti DMI Utrecht di Belanda pada 2024 sebagai bagian dari upaya memperluas pasar internasional.

Meski demikian, Anarita menilai keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari peningkatan penjualan atau luasnya jangkauan pasar. Ia meyakini bisnis yang bertumbuh juga harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Rumah Hasanah. Selama tiga tahun terakhir, Narita Shibori melibatkan 12 penyandang disabilitas dalam proses produksi. Hasil karya mereka kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen, tas jinjing (tote bag), dan saat ini mulai diarahkan ke produk dekorasi rumah. Sekitar 10% total produksi Narita Shibori berasal dari kolaborasi tersebut.

“Kami sudah tiga tahun berkolaborasi dengan Rumah Hasanah. Karya mereka kami padupadankan menjadi produk fashion, tote bag, dan ke depannya home decor. Karena karya mereka memang layak dihargai,” katanya.

Bagi Anarita, pemberdayaan kelompok disabilitas bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang inklusif sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan berkarya, meningkatkan pendapatan, dan berkembang bersama.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pembinaan UMKM merupakan salah satu komitmen perusahaan dalam memperkuat perekonomian melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Pertamina meyakini UMKM merupakan penggerak utama ekonomi nasional. Karena itu, pembinaan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, pasar, dan jejaring usaha agar UMKM mampu tumbuh lebih kompetitif sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Baron.

Menurut Baron, pengalaman Narita Shibori menunjukkan bahwa dukungan yang tepat mampu menghasilkan dampak yang lebih luas daripada sekadar peningkatan omzet. Pertumbuhan usaha juga dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif melalui kolaborasi dengan kelompok rentan, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Peran UMKM sendiri masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sektor ini berkontribusi sekitar 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih berada di kisaran 15,7%, sehingga penguatan kapasitas, inovasi, serta akses pasar dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan program pendampingan dan pembinaan UMKM oleh Pertamina Patra Niaga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah, yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *