
MASA pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) merupakan periode penting dalam mendukung pertumbuhan bayi. Selain memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi, MPASI juga berperan dalam membantu bayi mencapai kenaikan berat badan yang sesuai dengan usianya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa setelah usia enam bulan, ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan energi bayi sehingga diperlukan makanan pendamping yang padat gizi dan diberikan secara bertahap.
WHO menyarankan agar MPASI mengandung kombinasi karbohidrat, protein hewani, lemak sehat, vitamin, serta mineral.
Berikut sepuluh jenis makanan yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung kenaikan berat badan bayi secara sehat.
1. Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh yang baik, energi tinggi, serta vitamin E yang membantu mendukung pertumbuhan bayi.
2. Telur
Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung kolin, zat besi, dan vitamin B12. Telur dapat diberikan setelah matang sempurna untuk mengurangi risiko infeksi.
3. Ikan berlemak
Ikan seperti salmon atau sarden kaya akan asam lemak omega-3 dan protein yang penting bagi perkembangan otak dan pertumbuhan tubuh.
4. Daging sapi
Daging sapi mengandung protein, zat besi, dan seng yang berperan dalam pembentukan jaringan tubuh dan mendukung pertumbuhan optimal.
5. Hati ayam atau hati sapi
Dalam jumlah yang sesuai, hati merupakan sumber zat besi dan vitamin A yang baik untuk bayi.
6. Kentang
Kentang menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi yang dibutuhkan bayi selama masa pertumbuhan.
7. Ubi jalar
Selain kaya energi, ubi jalar juga mengandung beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata dan sistem imun.
8. Yogurt tanpa tambahan gula
Yogurt mengandung protein, lemak, dan kalsium yang mendukung kesehatan tulang serta pertumbuhan bayi.
9. Kacang-kacangan yang dihaluskan
Selai kacang tanpa gula atau kacang yang diolah menjadi pasta halus dapat menjadi sumber protein dan lemak sehat. Namun, pemberiannya perlu disesuaikan agar tidak berisiko menyebabkan bayi tersedak.
10. Keju
Keju mengandung lemak, protein, dan kalsium yang dapat menambah asupan energi bayi jika diberikan dalam jumlah yang sesuai.
WHO menekankan bahwa keberhasilan MPASI tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan, tetapi juga frekuensi dan variasinya. Bayi usia 6–8 bulan dianjurkan makan dua hingga tiga kali sehari disertai camilan bergizi bila diperlukan. Seiring bertambahnya usia, frekuensi makan dapat ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali sehari.
Orang tua juga disarankan memantau pertumbuhan bayi secara rutin melalui penimbangan berat badan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan. Jika berat badan bayi tidak bertambah sesuai kurva pertumbuhan, evaluasi pola makan dan kondisi kesehatan perlu dilakukan lebih lanjut.
Penting diingat bahwa tujuan utama MPASI bukan sekadar membuat berat badan bayi naik, melainkan memastikan pertumbuhan berlangsung optimal dengan asupan gizi yang seimbang. Oleh karena itu, pemberian makanan sebaiknya disesuaikan dengan usia, kemampuan makan, dan kebutuhan masing-masing bayi.
Sumber: WHO
