BGN Dapat Laporan Ada 950 SPPG tak Higiene
Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh, Kamis (6/8/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh SPPG atau dapur Program MBG memili(. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom.)

BADAN Gizi Nasional (BGN) mendapatkan laporan ada 950 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicurigai tidak laik sanitasi dan higiene. Kepala BGN Sudaryono membuka kemungkinan hal itu akan diumumkan.

“Beberapa yang pasti kami tutup secara permanen karena tidak laik secara higiene dan sanitasi. Ini membahayakan keamanan, kesehatan, dan nyawa dari penerima manfaat kita,” kata Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/8).

Selain itu, sambung dia, BGN juga menemukan ada beberapa dapur yang tidak memenuhi syarat Sertifikasi Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Bahkan, ada beberapa dapur yang sudah beroperasi namun SLHS belum ada.

“Maka kami berikan tanggat waktu sampai dengan tanggal 10 (Agustus) bagi dapur-dapur yang sudah beroperasi cukup lama tapi belum melengkapi SLHS sampai dengan tanggal 10 (Agustus) untuk melengkapi syarat laik higiene dan sanitasi diurus di dinas kesehatan masing-masing kawasan dan kota,” tegas Mas Dar sapaan akrabnya.

Untuk membantu para dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut, BGN sudah mengirimkan surat edaran kepada jajarannya di daerah untuk memberikan asistensi dan bantuan administrasi manakala diperlukan untuk sebagai syarat pengurusan SLHS di dinas kesehatan masing-masing kawasan dan kota. 

“SLHS ini bukan syarat administrasi, ini syarat mutlak. Manakala dapur itu kemudian tidak laik, maka nilainya memang nol. Kalau laik ya satu,” ujar dia.

Ia menegaskan sebagus apapun SPPG, jika ternyata secara higiene dan sanitasinya tidak laik, harus disuspensi permanen. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *