BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kisaran 4,9 hingga 5,7 Persen
ilustrasi(Antara)

Bank Indonesia (BI) menanggapi angka pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 yang tercatat 5,29% (yoy). Angka tersebut menurun dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,61% (yoy). Meski demikian, BI optimistis pertumbuhan ekonomi pada tahun ini tetap terjaga baik.

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2026 tetap baik dan berada dalam kisaran 4,9-5,7% (yoy) didukung oleh permintaan domestik sejalan dengan kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Kamis (6/8).

Menurutnya, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah. Tujuannya untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06% (yoy) seiring momentum libur sekolah dan berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). 

Konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 15,97% (yoy) bersumber dari peningkatan realisasi belanja pegawai termasuk  pembayaran gaji ke-13, serta belanja barang dan jasa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh tinggi sebesar 6,93% (yoy).

Investasi tumbuh sebesar 6,87% (yoy). Itu terutama didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta investasi pemerintah dan swasta, sejalan dengan meningkatnya realisasi penanaman modal. Sementara itu, ekspor tumbuh sebesar 4,13% (yoy) ditopang oleh permintaan mitra dagang utama.

“Dari sisi lapangan usaha (LU), berbagai LU utama tumbuh tetap baik. LU industri pengolahan, LU perdagangan, LU konstruksi, serta LU informasi dan komunikasi sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi tumbuh baik seiring dengan terjaganya permintaan domestik,” kata Ramdan.

Selain itu, LU penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh positif sejalan dengan peningkatan okupansi hotel dan meluasnya jangkauan penerima manfaat MBG. Dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti oleh Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, serta Maluku dan Papua. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *