
PROSES menyusui merupakan perjalanan yang penuh makna, namun tidak jarang ibu menghadapi berbagai tantangan fisik. Dalam rangka merayakan World Breastfeeding Week yang berlangsung pada 1-7 Agustus 2026, perhatian khusus diberikan pada kesehatan ibu menyusui, salah satunya terkait risiko mastitis.
Dokter Konselor Laktasi dari RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, menjelaskan bahwa mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang sering terjadi pada periode menyusui, terutama pada 6-8 minggu pertama pascamelahirkan.
“Kondisi ini umumnya diawali oleh bendungan ASI akibat aliran ASI yang tidak optimal sehingga menimbulkan peradangan pada jaringan payudara. Pada sebagian kasus, mastitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, yang paling sering adalah bakteri Staphylococcus aureus yang masuk melalui luka atau retakan pada puting,” ujar dr. Anastasia.
Gejala dan Identifikasi Mastitis
MI/HO—Dokter Konselor Laktasi dari RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC
Mastitis biasanya bersifat akut dan umumnya hanya menyerang salah satu payudara. Ibu perlu waspada jika merasakan area payudara yang memerah, membengkak, terasa hangat, dan disertai nyeri yang hebat. Selain gejala lokal, mastitis sering kali memicu reaksi sistemik pada tubuh ibu.
“Gejala lain yang patut diwaspadai adalah demam, menggigil, dan badan terasa lemas. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, mastitis dapat berkembang menjadi abses payudara atau penumpukan nanah yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut,” tambahnya.
Panduan Penanganan dan Pencegahan
Meskipun menyakitkan, dr. Anastasia menegaskan bahwa sebagian besar kasus mastitis tidak membuat ASI menjadi berbahaya bagi bayi. Ibu tetap dianjurkan untuk terus menyusui atau mengeluarkan ASI dari payudara yang terdampak, kecuali ada instruksi medis khusus dari dokter.
Berikut adalah ringkasan gejala, langkah penanganan mandiri, dan cara pencegahan mastitis berdasarkan penjelasan dr. Anastasia Lilian S.:
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Gejala Utama | Payudara merah, bengkak, hangat, nyeri, demam, dan badan lemas. |
| Penanganan Mandiri | Tetap menyusui/memerah ASI, kompres hangat sebelum menyusui, kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi nyeri, dan istirahat cukup. |
| Langkah Pencegahan | Pastikan perlekatan bayi benar, susui bayi sesering mungkin, hindari penggunaan bra terlalu ketat, dan jaga kebersihan area puting. |
“Kunci utama dalam menghadapi mastitis adalah deteksi dini dan menjaga aliran ASI tetap lancar. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi jika gejala tidak membaik dalam 24 jam atau jika nyeri semakin tidak tertahankan,” tutup dr. Anastasia.
Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala dan penanganan yang tepat, pengalaman menyusui diharapkan dapat tetap berjalan dengan nyaman dan memberikan nutrisi optimal bagi buah hati. (Z-1)
