
Transformasi sistem pendidikan nasional terus bergerak menjauhi paradigma penyeragaman (one size fits all) menuju pendekatan berbasis potensi dan bakat unik peserta didik. Langkah pembaruan tersebut diwujudkan oleh BPK PENABUR Bandung melalui perhelatan Amaze U 2026 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung, pada 24–25 Juli 2026.
Mengusung tema “The Greatest 9”, eksibisi pendidikan ini mengenalkan pendekatan 9 Centers of Excellence yang berakar pada Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) karya pakar pendidikan Howard Gardner. Konsep ini membagi fokus pengembangan siswa ke dalam sembilan pilar spesifik, meliputi bidang kreativitas, kepemimpinan, pendidikan internasional, hingga keterampilan praktis kehidupan.
Pendekatan tersebut dihadirkan untuk mendobrak pandangan konvensional yang kerap mengukur kapasitas kecerdasan siswa sebatas pada logika-matematika dan bahasa. Melalui spektrum minat yang lebih luas, tiap anak didorong untuk mengoptimalkan keunggulannya secara relevan dengan kebutuhan dunia kerja global yang dinamis.
Ketua BPK PENABUR Bandung, Erwien Kosasih, menjelaskan bahwa penerapan ekosistem belajar yang adaptif menjadi kunci untuk mendampingi generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui pengalaman belajar yang holistik ini, BPK PENABUR Bandung siap mendampingi setiap siswa dalam meniti jalur kesuksesan yang otentik, yang dirancang khusus sesuai dengan keunikan kecerdasan mereka masing-masing,” ujar Erwien dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dimeriahkan oleh ibadah penyambutan siswa baru, perayaan HUT ke-76 BPK PENABUR, penganugerahan Satya Karya, peragaan busana, hingga penampilan seni dari musisi nasional.
Melalui penyediaan laboratorium pembelajaran yang inklusif ini, sektor pendidikan swasta diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan SDM yang cerdas, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat internasional. (H-2)
