
KEMENTERIAN Kebudayaan resmi menerima delapan artefak bersejarah asal Papua yang sebelumnya berada di Amerika Serikat (AS). Pemulangan benda cagar budaya ini mencakup tengkorak manusia berukir, kapak beliung dari Danau Sentani, hingga pemukul kayu berhias karya suku Asmat.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa repatriasi ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam melindungi warisan budaya nasional. Proses pemulangan ini berhasil dilakukan berkat kerja sama keamanan yang erat dengan lembaga internasional, khususnya Federal Bureau of Investigation (FBI).
Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Kebudayaan, secara langsung menerima penyerahan lima artefak dari Direktur FBI, Kash Patel, pada 22 Juli.
Sementara itu, tiga artefak lainnya diserahterimakan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington, D.C. pada 21 Juli untuk kemudian diproses kepulangannya ke tanah air.
MI/Despian Nurhidayat—Artefak Papua yang direpatriasi Indonesia dari Amerika Serikat.
Berikut adalah rincian delapan artefak Papua yang berhasil dipulangkan:
| No | Kode Item | Deskripsi Artefak | Keterangan Label |
|---|---|---|---|
| 1 | Item 775 | Carved human skull | Tengkorak manusia berukir |
| 2 | Item 1037 | Polished Green Stone with Cord | S Dani Tribe, Je, Stone, West Papua |
| 3 | Item 878 | Stone Object | Dani Tribe |
| 4 | Item 832 | Stone Axe Head | Hollandia New Guinea 1944 |
| 5 | Item 413 | Adze (Kapak Beliung) | Lake Sentani Area, Ex European Collection |
| 6 | Item 889 | Club with stone head & carved handle | S Asmat Tribe N.G. 1971 |
| 7 | Item 769 | Decorated mace with carved design | S Asmat N.G. 1970 |
| 8 | Item 773 | Wood club in 2 pieces | S Asmat N.G. 1971 |
Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas perdagangan ilegal benda cagar budaya (illicit trafficking).
“Kami berharap benda-benda cagar budaya tidak ada lagi yang diperdagangkan secara ilegal. Benda-benda tersebut harus menjadi kekayaan budaya yang kita pelihara,” tegasnya.
Selain dari Amerika Serikat, Kementerian Kebudayaan juga tengah mengupayakan pengembalian berbagai artefak dari negara lain, seperti arca perunggu dari New York, Prasasti Pucangan dari India, hingga Minto Stones dari Skotlandia.
Fadli menambahkan bahwa upaya ini akan dibarengi dengan program revitalisasi situs budaya di dalam negeri, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, hingga Istana Maimun, guna mendorong ekonomi budaya dan pariwisata.
Langkah repatriasi ini diharapkan dapat mengukuhkan kembali identitas nasional melalui pengembalian warisan leluhur yang selama ini berada di luar negeri secara tidak resmi. (Z-1)
