
DIREKTUR Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengaku belum mengetahui informasi mengenai pengadaan kipas angin Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes yang belakangan dikaitkan dengan Agrinas. Karena itu, ia menolak memberikan penjelasan dan meminta wartawan menanyakan langsung kepada pihak yang pertama kali menyampaikan informasi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Joao saat ditemui usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7), ketika dicecar pertanyaan mengenai isu pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun yang disebut-sebut berada di bawah Agrinas.
Joao menegaskan dirinya tidak memiliki dasar untuk menjelaskan soal pengadaan kipas angin kopdes karena bukan pihak yang menyampaikan informasi kepada publik.
“Yang bicara itu yang punya kapabilitas untuk menjawab,” kata Joao.
Ketika kembali ditanya apakah anggaran pengadaan kipas angin kopres berada di Agrinas, ia tetap enggan menjawab dan meminta wartawan mengonfirmasi kepada pihak yang menyampaikan pernyataan tersebut.
“Tanya dong sama yang ngomong. Orang saya tiba-tiba, enggak tahu kok,” ujarnya.
Bahkan saat wartawan menyebut pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait penganggaran tersebut, Joao mengatakan dirinya belum pernah memperoleh penjelasan langsung.
“Nanti saya tanya Pak Menkeu. Pak Menkeu sudah kasih uang belum? Saya belum merasa,” kata dia.
Di sela-sela sesi wawancara, Joao sempat berseloroh agar isu tersebut lebih dulu ramai diberitakan. Menurutnya, setelah seluruh informasi berkembang, dirinya akan memberikan penjelasan secara lengkap.
“Biar kalian muatin dulu, biar rame dulu, nanti saya jelasin satu kali kan selesai. Kalau sekarang nanti enggak selesai-selesai,” ucapnya.
Ia juga menyebut ramainya pembahasan mengenai Agrinas dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat.
Di luar polemik kipas angin kopdes tersebut, Joao mengatakan arahan Presiden dalam rapat hanya menekankan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional.
“Koperasi Merah Putih adalah program strategis nasional. Udah. Intinya itu,” kata dia. (H-4)
