Studi Ungkap Pria yang Berselingkuh Berisiko Lebih Tinggi Alami Serangan Jantung
Ilustrasi(Dok Magnific)

PERSELINGKUHAN umumnya dianggap sebagai persoalan kepercayaan dalam sebuah hubungan. Namun, sebuah penelitian justru menemukan bahwa dampaknya bisa meluas hingga ke kesehatan jantung. Meski terdengar mengejutkan, para peneliti mengungkap bahwa pria yang menjalani hubungan di luar pasangan secara terus-menerus memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kardiovaskular serius dibandingkan mereka yang setia.

Temuan ini bukan berarti perselingkuhan secara langsung menyebabkan serangan jantung. Sebaliknya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tekanan psikologis, stres berkepanjangan, serta perubahan gaya hidup yang menyertai hubungan gelap.

Penelitian Ungkap Risiko Lebih Besar

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Andrology melibatkan 1.098 pria yang dipantau selama median empat tahun. Dari seluruh peserta, sekitar 8,2% mengaku memiliki hubungan perselingkuhan yang stabil, sementara sisanya tidak atau hanya pernah melakukannya sesekali.

Selama masa pemantauan, peneliti mencatat 95 kejadian kardiovaskular mayor (major adverse cardiovascular events/MACE), termasuk serangan jantung, stroke, penyakit arteri perifer, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular. Setelah memperhitungkan berbagai faktor lain seperti usia, kebiasaan merokok, dan kadar hormon, pria yang memiliki hubungan perselingkuhan tetap menunjukkan risiko lebih tinggi mengalami kejadian tersebut dibandingkan kelompok lainnya.

Mengapa Bisa Memengaruhi Jantung?

Peneliti menjelaskan bahwa menjalani hubungan rahasia sering kali disertai tekanan emosional yang tidak sedikit. Rasa cemas karena takut ketahuan, konflik dengan pasangan, hingga beban psikologis akibat menjalani dua hubungan sekaligus dapat memicu respons stres yang berlangsung terus-menerus.

Dalam kondisi ini, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol yang membuat denyut jantung serta tekanan darah meningkat. Bila terjadi dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membebani sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Bukan Penyebab Tunggal Serangan Jantung

Meski hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, para peneliti menegaskan bahwa perselingkuhan bukan satu-satunya penyebab serangan jantung. Penyakit kardiovaskular tetap dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok.

Karena itu, temuan ini sebaiknya dipandang sebagai pengingat bahwa kesehatan emosional dan kualitas hubungan juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Menjalani hubungan yang sehat, terbuka, dan minim konflik bukan hanya baik untuk kesejahteraan psikologis, tetapi juga dapat membantu menjaga fungsi jantung tetap optimal. (Netty Fatmawati Pane/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *