Kompetensi SDM terus Diperkuat untuk Hadapi Dinamika Pasar LNG Global
Senior Principal Analyst for Gas and LNG South and Southeast Asia S&P Global Commodity Insight Johan Utama(Antara)

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perubahan pasar gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) global yang semakin dinamis. Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan mampu merespons berbagai tantangan geopolitik, perubahan rantai pasok, hingga percepatan transisi energi secara lebih adaptif dan strategis.

Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan dinamika sektor energi saat ini tidak lagi hanya dipengaruhi keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, transisi menuju energi bersih, serta pergeseran pola konsumsi energi dunia menjadi faktor yang semakin menentukan arah pasar.

Sebagai subholding PT PLN (Persero) yang bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan energi primer nasional, PLN EPI, kata Rakhmad, perlu memastikan SDM memiliki kemampuan membaca perkembangan pasar sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi ketahanan energi nasional.

“Pemahaman terhadap perkembangan pasar global, termasuk potensi disrupsi dan respons pasar, menjadi sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi tersebut, PLN EPI melalui Direktorat Gas dan BBM menggelar pelatihan Exclusive LNG Market Briefing bertema Global LNG Disruption, Market Response & Indonesia Outlook.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman insan perusahaan terhadap perkembangan pasar LNG dan gas bumi sebagai landasan dalam pengambilan keputusan strategis guna menjaga keandalan pasokan energi primer nasional.

Dalam pelatihan tersebut, Senior Principal Analyst for Gas and LNG South and Southeast Asia S&P Global Commodity Insights, Johan Utama, menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia.

Selain faktor geopolitik, menurut Johan, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan antara pasokan dan permintaan LNG global juga akan menjadi penentu arah perkembangan pasar energi dalam beberapa tahun mendatang.

Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki prospek peningkatan permintaan gas bumi yang cukup besar seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional dan percepatan transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.

Rakhmad berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu memperkuat cara berpikir strategis seluruh insan PLN EPI dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin kompleks.

“Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika pasar global, kami berharap seluruh insan PLN EPI mampu mengambil langkah yang lebih adaptif dan tepat dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional,” tandas Rakhmad. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *