
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap telah memanggil Pertamina untuk mengecek langsung kondisi di lapangan dan memastikan langkah pemulihan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) segera dilakukan.
“Tapi sudah diatasi, dan sekarang insyaallah sudah mulai normal,” tegasnya.
Bahlil menyebut penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatra akibat terganggunya distribusi. Distribusi terganggu akibat aksi mogok sopir truk tangki. Ia pun memastikan pasokan BBM kini berangsur pulih.
Kelangkaan BBM yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera, terutama Sumatra Utara, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
“Di Sumut itu BBM-nya ada. Cuma penyalurannya, sopirnya yang mogok karena ada dinamika di bawah, kira-kira begitu,” ujar Bahlil katanya setelah Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Sulsel, Sabtu (18/7).
Bahlil menegaskan bahwa persoalan utama bukan karena ketersediaan stok, melainkan pada rantai distribusi di lapangan.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian ESDM berperan sebagai regulator yang membuat kebijakan, sementara implementasi penyaluran BBM menjadi tanggung jawab PT Pertamina (Persero).
Pernyataan Bahlil ini sekaligus menjawab pertanyaan terkait pelibatan TNI dalam penyaluran BBM. Meski sempat beredar isu tersebut, Bahlil menekankan bahwa penyelesaian masalah distribusi dikembalikan pada mekanisme operasional Pertamina.
Sebelumnya, kelangkaan BBM di Sumatera Utara memicu kepanikan masyarakat dan antrean panjang di sejumlah SPBU. Bahlil pun menyindir dengan nada ringan agar persoalan distribusi tidak selalu dibebankan kepada Menteri ESDM.
“Masa kalau sopir mogok urusan Menteri ESDM? Ini lama-lama orang perut sakit pun Menteri ESDM kelihatannya,” candanya. (H-4)
