Blok Abadi Masela Resmi Groundbreaking, Hasilkan 9,5 Juta Ton LNG Per Tahun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia(MI/Ihfa Firdausya)

PEMERINTAH resmi melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis nasional liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7). Proyek yang sudah 28 tahun terkatung-katung itu diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui videoconference dari Istana Negara, Jakarta, hari ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang hadir langsung di Tanimbar menyebut Blok Abadi Masela akan sangat berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia.

“Dengan penandaan groundbreaking hari ini, pekerjaan ini langsung mulai berjalan. Yang pertama adalah 11 sumur pengembangan ditambah 4 sumur lanjutan. Yang kedua pembangunan fasilitas, berbagai macam fasilitas termasuk pelabuhan, dermaga, ini langsung berjalan,” ujar Bahlil.

Ia menyebut investasi proyek ini mencapai sekitar US$20,95 miliar atau setara dengan hampir Rp390 triliun. “Ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan 120 MM dan 35 ribu barel kondensat per hari. Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita,” papar Bahlil.

Pemerintah mencanangkan minimal 60% produksi gas dari Masela ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan maksimal 40% untuk ekspor.

“Sebagian kita akan pakai untuk industri hilirisasi oleh PT Pupuk. Kemudian kita akan menyerahkan sebagian kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah,” ujar Bahlil.

Ia menyebut proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan. Contohnya meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar US$37,8 miliar serta kontribusi pajak tidak langsung sekitar US$6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi.

Kemudian penciptaan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung. “Kalau tenaga kerja tidak langsung itu bisa kali 3, menurut teori ekonominya,” ujarnya.

Selain itu pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar US$137,8 miliar serta peningkatan PDRB Provinsi Maluku sebesar US$95 miliar, dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar, disertai peningkatan pendapatan rumah tangga secara nasional.

Proyek abadi LNG yang dioperasikan oleh perusahaan Jepang Inpex Corporation ini merupakan salah satu proyek gas bumi terbesar di Indonesia. Proyek Abadi LNG Masela dikembangkan melalui sistem yang terintegrasi, mulai dari fasilitas produksi lepas pantai, jaringan pipa bawah laut, hingga fasilitas pengolahan LNG di darat.

Yang menjadi salah satu keunggulan proyek ini adalah penerapan teknologi carbon capture and storage (CCS). Melalui teknologi ini, emisi karbon hasil proses produksi akan ditangkap dan diinjeksikan kembali ke dalam reservoir di bawah permukaan bumi. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *