Capaian Satu Tahun Danantara: Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara
Presiden Prabowo bertemu dengan sejumlah pejabat penting negara membahas Danantara.(MI/HO)

MEMASUKI tahun pertama operasionalnya, Danantara Indonesia dinilai mulai menunjukkan capaian positif sebagai instrumen strategis pembangunan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah-langkah pembenahan tata kelola, optimalisasi aset negara, hingga transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipandang sebagai bukti nyata perwujudan gagasan besar pemerintah.

Pakar sekaligus praktisi komunikasi, Dr. M. Fariza Y. Irawady, menilai kehadiran Danantara merupakan terobosan penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Menurut lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Unpad ini, lembaga tersebut berhasil mengelola aset negara secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

“Presiden Prabowo sejak awal membangun optimisme bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju melalui pengelolaan sumber daya nasional yang lebih baik. Danantara menjadi instrumen untuk menerjemahkan optimisme tersebut ke dalam kebijakan dan kerja nyata,” ujar Fariza di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Kinerja Finansial dan Efisiensi BUMN

Setelah berjalan satu tahun, Danantara mulai memperlihatkan arah transformasi yang positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba sejumlah BUMN pada periode April 2025 hingga April 2026. Efisiensi dan pembenahan tata kelola menjadi motor utama di balik angka-angka pertumbuhan tersebut.









Entitas BUMN Capaian Laba Pertumbuhan (%)
PT Adhi Karya Rp69 Miliar 667%
PT Pupuk Indonesia Rp4,8 Triliun 202%
PT Pelindo Rp1,5 Triliun 169%
Pertamina Rp24,9 Triliun 80%
InJourney Rp300 Miliar 33%

Selain pertumbuhan laba, transformasi juga dilakukan melalui perampingan struktur. Hingga Juli 2026, tercatat sekitar 240 entitas BUMN telah dipangkas untuk membangun struktur perusahaan yang lebih sehat dan efisien.

Realisasi Strategis: Kampung Haji dan Citra Institusi

Danantara juga merealisasikan gagasan strategis “Kampung Haji” di Makkah. Langkah ini dilakukan melalui akuisisi lahan yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram, serta aset perumahan di kawasan Thakher.

Proyek ini menjadi bukti bahwa Danantara tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik, khususnya jamaah haji dan umrah.

Fariza menekankan bahwa kinerja konkret ini sangat krusial bagi citra institusi. Berdasarkan riset disertasinya, kepuasan publik merupakan faktor paling dominan dalam membentuk reputasi lembaga.

“Semakin signifikan kinerja yang ditunjukkan Danantara, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kepuasan publik dan memperkuat citra institusi di mata masyarakat,” tegas mantan Staf Khusus Menpan RB tersebut.

Kepemimpinan Profesional

Apresiasi juga diberikan kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang dinilai mampu menerjemahkan visi besar Presiden ke dalam langkah strategis terukur. Kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme dan tata kelola modern menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan investor global.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa keberadaan Danantara adalah momentum untuk mengubah paradigma. BUMN kini didorong untuk bersaing melalui inovasi dan kualitas layanan, bukan sekadar bergantung pada status sebagai perusahaan negara. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *