Seorang Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB
Gedung PBB(Antara)

AKSI protes ekstrem terjadi di jantung diplomatik dunia. Seorang pria dilaporkan melakukan aksi bakar diri secara tragis di depan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, setelah mengibarkan bendera pemerintahan Tibet dalam pengasingan di trotoar dekat lokasi kejadian.

Melansir laporan media lokal serta rekaman video yang beredar luas di media sosial, insiden tersebut berlangsung pada Kamis (2/7) malam pukul 19.00 waktu setempat, atau Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB. Titik kejadian berada di dekat persimpangan East 43rd Street dan First Avenue.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik PBB, pelaku mula-mula terlihat menancapkan sebuah bendera di trotoar secara kokoh sebelum akhirnya nekat menyulut api ke tubuhnya sendiri. Petugas keamanan yang bertindak cepat langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bellevue. Saat ini, pria tersebut dilaporkan dalam kondisi kritis.

Di lokasi kejadian, pihak kepolisian juga menemukan sejumlah selebaran yang memuat tuntutan politik bernada keras, salah satunya mendesak agar “Tiongkok keluar dari Tibet”. Aparat kepolisian New York telah mensterilkan area dan memulai penyelidikan menyeluruh atas motif serta identitas pelaku.

Bendera yang ditancapkan oleh pelaku diidentifikasi sebagai simbol perlawanan historis terkait pemberontakan tahun 1959 yang gagal melawan pemerintah Tiongkok. Pasca-insiden 1959 tersebut, pemerintahan Tibet dalam pengasingan resmi didirikan di wilayah India Utara.

Konflik geopolitik ini merupakan salah satu isu sensitif tertua di Asia. Wilayah Tibet telah berada di bawah kendali penuh Beijing sejak tahun 1951, di mana otoritas Tiongkok mengklaim pengambilalihan wilayah tersebut sebagai langkah “pembebasan damai”. Beijing secara tegas tidak mengakui pemerintahan pengasingan dan menyatakan Tibet telah menjadi bagian integral China sejak abad ke-13.

Sebaliknya, Dalai Lama selaku pemimpin spiritual Tibet secara konsisten menegaskan bahwa Tibet merupakan sebuah negara berdaulat dan merdeka sebelum akhirnya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok merangsek masuk ke wilayah tersebut. (Ant/Anadolu/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *