Sinergi Bangun Ekosistem Sawit Berbasis Koperasi, Kemenkop Teken MoU dengan Agrinas Palma
MoU antara Kementerian Koperasi dengan Agrinas Palma.(MI/Naufal Zuhdi)

MENTERI Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam upaya membangun ekosistem perkebunan kelapa sawit berbasis koperasi di Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, Kamis (2/7).

Ferry menegaskan bahwa langkah ini merupakan mandat langsung dari Presiden untuk memperkuat posisi tawar petani melalui wadah koperasi, baik di sektor hulu maupun hilir. Saat ini, tercatat ada 1.135 koperasi existing yang sudah bergerak di sektor sawit dan akan diintegrasikan dalam ekosistem baru ini.

“Kami ingin membangun model di mana PT Agrinas sebagai inti, dan koperasi-koperasi sawit dikembangkan sebagai mitra plasma. Setidaknya 20% dari lahan produktif akan dikelola oleh koperasi,” ucap Ferry.

Lebih lanjut, ia menjelaskan melalui kerja sama ini, koperasi didorong untuk tidak hanya memiliki kebun, tetapi juga memiliki pabrik pengolahan sendiri.

“Sebuah ironi jika masyarakat petani punya sawit, tapi mereka harus antre minyak goreng. Koperasi adalah instrumen untuk menjadikan tata niaga sawit lebih adil. Kita akan dampingi agar mereka profesional dan mandiri,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenkop akan meresmikan pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Ferry optimistis bahwa keterlibatan koperasi dalam skala industri besar akan meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. Ia menekankan bahwa koperasi saat ini memiliki kapasitas finansial dan pengalaman yang mumpuni.

“Koperasi sekarang masuk ke proses produksi, punya pabrik CPO sendiri, hingga produk turunan seperti minyak goreng atau minyak makan merah yang nantinya dijual kembali di koperasi desa. Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi masyarakat,” ungkap dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Muhammad Abdul Ghani, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini ditugaskan mengelola lahan seluas 850.000 hektare di kawasan hutan yang sebelumnya diambil alih oleh Satgas PKH yang rencananya akan diperluas hingga 1,25 juta hektare.

“Dari total lahan tersebut, minimal 250.000 hektare akan dialokasikan untuk plasma yang dikelola oleh sekitar 250 koperasi. Kami juga mengidentifikasi lebih dari 120.000 hektare sawit rakyat yang selama ini ikatan formalnya belum jelas, untuk dihimpun dalam koperasi,” jelas Ghani.

Tak hanya fokus pada sawit, kerja sama ini juga mencakup pengembangan komoditas pertanian strategis lainnya guna mendukung swasembada pangan dan energi nasional. Hendra merinci, Agrinas akan menanam 400.000 hektare kedelai, 250.000 hektare jagung, serta 300.000 hektare singkong sebagai bahan baku energi terbarukan (etanol).

“Artinya, dari seluruh aspek bisnis Agrinas, kita akan bermitra dengan koperasi. Di Sumatra Utara sendiri, tahun ini kami akan mulai melakukan piloting penanaman 1.500 hektare bersama koperasi,” tambahnya. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *