
JF3 Fashion Festival 2026 resmi mengajak seluruh pelaku ekosistem mode untuk berkolaborasi membangun masa depan industri fesyen Indonesia melalui tema Recrafted: Shaping the Future. Gelaran ini bertujuan memperkuat sinergi antara desainer, pelaku industri, hingga media guna melahirkan talenta lokal yang mampu bersaing di kancah internasional.
Advisor JF3 Fashion Festival 2026, Thresia Mareta, menekankan bahwa kemajuan industri mode nasional tidak bisa hanya bertumpu pada kreativitas desainer semata. Menurutnya, keterlibatan aktif dari seluruh elemen dalam ekosistem sangat krusial untuk menciptakan dampak yang nyata.
“Kalau untuk keseluruhan industri fashion Indonesia pastinya itu perlu kita lakukan bersama-sama, seluruh pelaku di dalam ekosistem fashion, jadi bukan cuman desainernya aja tapi juga pelaku-pelaku lain yang termasuk media sebenarnya,” ujar Thresia usai media preview di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (2/7).
Thresia menjelaskan bahwa tema Recrafted: Shaping the Future dipilih untuk memastikan setiap rencana pengembangan tidak berhenti pada tataran konsep. JF3 ingin mendorong eksekusi kolektif agar visi memajukan industri fesyen menjadi pencapaian yang konkret.
Memasuki dekade ketiga penyelenggaraannya, JF3 dinilai memiliki kematangan dalam mendukung industri mode nasional. Thresia berharap melalui program-program yang dijalankan, nama desainer Indonesia dapat kembali berkibar dan mendominasi pasar global seperti masa-masa sebelumnya.
JF3 Fashion Festival 2026 akan menjadi wadah yang menghubungkan kreativitas, craftsmanship, pengembangan talenta, hingga akses pasar. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli hingga 29 Juli 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading.
Selain menampilkan karya desainer dan jenama lokal, festival ini juga akan menghadirkan partisipan dari mancanegara, termasuk Prancis, Korea Selatan, serta sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. (Ant/Z-10)
