
Argentina akan memulai langkah mereka di fase gugur Piala Dunia 2026 dengan kewaspadaan penuh. Meski datang dengan status juara bertahan dan salah satu kandidat terkuat peraih trofi, pelatih Lionel Scaloni memilih untuk merendah menjelang duel melawan Tanjung Verde (Tanjung Hijau/Cape Verde) di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Sabtu (4/7) dini hari pukul 05.00 WIB.
Bagi Scaloni, Tanjung Hijau bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim asal Afrika tersebut menjadi sensasi besar dalam debut mereka di Piala Dunia.
Dengan populasi hanya sekitar 525 ribu jiwa, mereka mencatatkan sejarah sebagai negara terkecil yang pernah mencapai babak knockout turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Sensasi dari Afrika
Keberhasilan Tanjung Verde menembus babak 32 besar bukan diraih dengan mudah. Mereka berhasil finis di posisi kedua Grup H, mengungguli tim-tim mapan seperti Arab Saudi dan Uruguay, serta hanya berada di bawah Spanyol. Performa disiplin mereka menjadi sorotan utama selama fase grup.
“Tanjung Hijau tidak mengejutkan saya karena mereka memang tim yang bagus. Mereka lawan yang tangguh, mampu menyulitkan Spanyol yang merupakan salah satu favorit, juga Uruguay dan Arab Saudi. Mereka cepat dan punya kualitas,” ujar Scaloni sebagaimana dikutip dari ESPN.
Scaloni merujuk pada banyaknya kejutan yang sudah terjadi di babak 32 besar tahun ini, termasuk tersingkirnya raksasa Eropa seperti Jerman dan Belanda. Hal inilah yang membuatnya meminta anak asuhnya untuk tetap membumi dan tidak terjebak dalam zona nyaman.
Kondisi Skuad Albiceleste
Argentina sendiri melaju ke fase gugur dengan catatan meyakinkan sebagai juara Grup J. Berdasarkan data tervalidasi, Albiceleste menyapu bersih tiga laga fase grup dengan kemenangan (9 poin) dan selisih gol surplus 7. Kemenangan atas Yordania di laga terakhir semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai unggulan utama.
Menariknya, saat melawan Yordania, Lionel Messi tidak turun sejak menit awal. Sang kapten baru masuk sebagai pemain pengganti namun tetap mampu memberikan dampak instan melalui gol tendangan bebas yang memperpanjang catatan golnya di Piala Dunia. Kedalaman skuad ini memberikan Scaloni banyak opsi, namun ia diprediksi akan menurunkan kekuatan terbaik demi menghindari risiko sekecil apa pun.
Vozinha Jadi Tembok Terakhir
Tantangan terbesar Argentina kemungkinan besar datang dari bawah mistar gawang lawan. Tanjung Verde memiliki sosok veteran, Vozinha, kiper berusia 40 tahun yang tampil luar biasa sepanjang fase grup. Perannya diprediksi akan semakin vital jika Tanjung Hijau memilih strategi bertahan total dan mengandalkan serangan balik cepat.
Tanjung Verde telah menunjukkan fleksibilitas taktik yang berbahaya, mereka bisa tampil sangat disiplin dan rapat saat menghadapi tim besar seperti Spanyol, namun berani bermain terbuka ketika melawan Uruguay. Ketidakpastian strategi inilah yang harus diantisipasi oleh Messi dan kawan-kawan jika tidak ingin perjalanan mereka terhenti lebih awal di Miami.
| Detail Pertandingan | Informasi |
|---|---|
| Laga | Argentina vs Tanjung Verde (Babak 32 Besar) |
| Waktu | Sabtu, 4 Juli 2026, 05.00 WIB |
| Stadion | Hard Rock Stadium, Miami |
| Status Argentina | Juara Grup J (9 Poin) |
| Status Tanjung Hijau | Runner-up Grup H |
(ESPN/Z-10)
