
PRESIDEN RI Prabowo Subianto tampak terkejut saat menerima pemberian pulpen dari Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7). Momen unik tersebut terjadi sesaat setelah prosesi penandatanganan buku tamu kenegaraan di Ruang Kredensial.
Berdasarkan tayangan Sekretariat Presiden, Lukashenko memberikan pulpen berwarna hitam dan emas yang baru saja ia gunakan untuk menulis kepada Prabowo.
Meski sempat nampak kaget, Presiden Prabowo segera menerima pemberian tersebut dengan senyum dan menyimpannya di saku jas. Keduanya kemudian berjabat tangan dan melakukan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Sebelum momen tersebut, kedua pemimpin memperkenalkan delegasi masing-masing. Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri kabinet, di antaranya Menlu Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, Lukashenko membawa delegasi yang mencakup dua putranya, Dmitry dan Nikolai Lukashenko, serta jajaran menteri dan pejabat tinggi perbankan Belarus.
Setelah rangkaian penyambutan, kedua kepala negara menggelar pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden. Kunjungan kenegaraan ini membawa agenda strategis, yakni peluncuran “Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030”. Peta jalan ini akan menjadi kerangka penguatan kerja sama di sektor ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Belarus merupakan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia. Sebagai anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), kerja sama ini semakin diperkuat setelah Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan EAEU pada Desember 2025 lalu. (Ant/Z-10)
