Tuchel: Inggris Mengusir Hantu Kegagalan
Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel.(AFP/ADRIAN DENNIS)

KEMENANGAN dramatis tim nasional Inggris 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dinilai Thomas Tuchel sebagai momentum krusial. Juru taktik asal Jerman tersebut menegaskan bahwa The Three Lions kini telah berhasil mengusir “hantu kegagalan” yang kerap membayangi mentalitas tim di turnamen-turnamen besar sebelumnya.

Inggris menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7) malam WIB. Sempat tertinggal di awal pertandingan, Inggris membalikkan keadaan melalui dua gol Harry Kane pada 15 menit terakhir. Tuchel bangga melihat respons para pemain ketika berada dalam tekanan.

“Tim ini tidak pernah menerima kekalahan sebagai hasil akhir. Sangat mudah menyerah, sangat mudah mengikuti narasi yang sudah ada. Tetapi saya sama sekali tidak melihat itu. Itu pertanda yang sangat baik,” kata Tuchel.

“Saya sangat bangga karena mereka melakukan apa yang memang harus dilakukan. Saat pertandingan menjadi sulit, mereka tetap berdiri dan berjuang. Kami pantas menang meski golnya datang terlambat,” lanjutnya.

Kemenangan tersebut terasa semakin berarti mengingat Inggris nyaris kembali mengalami salah satu hasil paling memalukan dalam sejarah Piala Dunia.

Pasalnya, Republik Demokratik Kongo yang berada di peringkat ke-46 dunia, sempat memimpin lewat gol Brian Cipenga dan mempertahankan keunggulan hingga memasuki seperempat jam terakhir. Namun Kane kembali menjadi penyelamat.

Seperti sudah berkali-kali terjadi, Harry Kane kembali menjadi sosok yang mengubah jalannya pertandingan. Dua golnya membuat sang kapten kini mengoleksi lima gol di Piala Dunia 2026. Bagi Tuchel, kualitas Kane tak lagi perlu diperdebatkan.

“Mereka semua adalah predator. Begitu mencium peluang, mereka langsung mencetak gol. Harry luar biasa. Dia kapten kami, pemimpin kami, dan mampu menentukan hasil pertandingan dengan penyelesaian yang luar biasa. Hari ini dia melakukannya dua kali. Gol keduanya benar-benar brilian,” puji Tuchel.

*Sudah Ditunggu Meksiko*

Lolos dari lubang jarum bukan berarti jalan Inggris akan lebih ringan. Pada babak 16 besar mereka sudah ditunggu tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca, markas legendaris yang akan dipenuhi lebih dari 70 ribu pendukung El Tri. Tuchel menyadari timnya menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.

“Ini mungkin salah satu pertandingan paling indah sekaligus paling menarik yang bisa kami jalani. Bermain melawan Meksiko di Azteca adalah pengalaman istimewa,” katanya.

“Faktor ketinggian tentu menjadi kerugian bagi kami karena secara fisik tidak mungkin beradaptasi hanya dalam empat hari. Tetapi kami siap menghadapi rintangan berikutnya,” lanjut Tuchel.

Jika mampu melewati Meksiko, jalur Inggris menuju final diperkirakan semakin terjal dengan potensi menghadapi Brasil dan Argentina.

(AFP/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *