Kesenjangan Kontrasepsi di Indonesia antara Perempuan dan Laki-laki
Ilustrasi kontrasepsi(Magnific)

MASYARAKAT Indonesia masih mengalami kesenjangan pengguna kontrasepsi.  Pengguna kontrasepsi masih didominasi oleh perempuan. 

Data BKKBN ada sekitar 76 juta keluarga di Indonesia. Dari jumlah itu, 40 juta di antaranya merupakan pasangan masa subur dan sekitar 25 juta adalah pengguna kontrasepsi aktif. Sementara pengguna kontrasepsi pria saat ini mendekati 1 juta.

“Kurang lebih dengan rincian untuk kondom sekitar 920 ribu lebih. Kemudian untuk vasektomi sekitar 31.390 ribu. Sehingga memang kalau dari sisi presentase memang masih kecil,” kata Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin secara daring, Selasa (30/6).

Menurutnya dalam beberapa kesempatan pengguna kontrasepsi pria masalahnya juga cukup kompleks. 

“Terkendala terutama dengan pilihan jenis kontrasepsi. Sementara ini, baru dua pilihan (kontrasepsi pria) antara kondom dan vasektomi sehingga ini menjadi salah satu kendala,” tuturnya. 

Namun ia yakin dengan berbagai perkembangan ilmu dan teknologi tidak menutup kemungkinan ketika pada saatnya juga ada kontrasepsi suntikan untuk pria. 

Selain itu, Wahidin juga menyoroti peran suami atau ayah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Peran ayah dan suami bisa terlihat ketika menemani istri mereka yang hamil periksa ke bidan atau dokter.

“Suaminya kita edukasi intinya kita mengharapkan bahwa suami ini harus mendampingi istrinya. Mulai dari pemeriksaan awal sampai kemudian melahirkan,” ujar dia.

Pria diminta untuk menggunakan kontrasepsi setelah istri melahirkan sebelum 42 hari. Pasalnya, banyak kasus di Indonesia karena tidak segera menggunakan kontrasepsi setelah sebelum 42 hari.

“Jadi banyak kasus terjadi kehamilan di saat bayinya belum 6 bulan. Kalau terjadi kehamilan seperti itu dan ini berpotensi stunting,” pungkasnya. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *