
PELATIH tim nasional Paraguay Gustavo Alfaro menyebut para pemainnya telah mengubah diri mereka menjadi legenda sepak bola setelah berhasil menyingkirkan raksasa dunia, Jerman, di babak gugur Piala Dunia.
Tim berjuluk Los Guaranies tersebut sukses memetik kemenangan dramatis 4-3 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada Selasa (30/6) di Boston Stadium.
“Kami tidak pernah percaya bahwa kami telah dikalahkan,” ujar Alfaro dikutip dari CNA.
“Dua puluh enam prajurit pergi ke sana dan mereka kembali sebagai legenda,” imbuhnya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi tamparan balik bagi para pengkritik setelah Paraguay sempat tampil meragukan akibat kekalahan telak 1-4 dari Amerika Serikat di laga pembuka grup.
Namun, Alfaro menegaskan bahwa hantaman keras di awal turnamen tersebut justru menjadi fondasi utama yang membentuk mentalitas baja anak asuhnya untuk menciptakan malam bersejarah.
“Jika kami tidak belajar dari kekalahan itu, kami tidak akan siap untuk pertandingan ini. Saya memberi tahu para pemain bahwa kita telah melewati malam yang epik,” kata Alfaro.
Dalam laga tersebut, Paraguay sempat mengejutkan Jerman dengan unggul lebih dulu lewat sundulan Julio Enciso pada menit ke-42 sebelum akhirnya disamakan oleh Kai Havertz di menit ke-54.
Setelah itu, Paraguay harus berjuang ekstra keras menahan gempuran Der Panzer, termasuk diuntungkan oleh gol Jerman yang dianulir wasit, hingga pertandingan harus ditentukan lewat babak tos-tosan.
Kemenangan bersejarah ini dipastikan oleh Jose Canale yang maju sebagai eksekutor penentu setelah dua rekannya gagal menjalankan tugas.
Alfaro pun memberikan apresiasi khusus bagi Canale yang dinilainya memiliki perjalanan karier yang penuh lika-liku di beberapa klub Amerika Latin.
“Seperti halnya yang selalu terjadi pada kami, kami tidak melakukan sesuatu tanpa penderitaan,” tutur Alfaro.
“Canale adalah salah satu juara kehidupan karena dia harus melewati banyak kesulitan. Malam seperti ini adalah salah satu hadiah yang bisa diberikan kehidupan kepada Anda. Ini adalah keadilan ilahi,” imbuhnya.
Berkat hasil krusial itu, Jerman harus mengepak koper lebih awal dan merasakan kekalahan adu penalti pertama mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia
Sementara itu, Paraguay berhak melenggang ke babak 16 besar untuk menantang pemenang antara Prancis atau Swedia pada laga yang akan digelar 5 Juli mendatang. (H-2)
