Hati-hati! 5 Kebiasaan Siang Hari Ini Bikin Gejala Psoriasis Tambah Parah di Malam Hari
Ilustrasi(Magnific)

BAGI para penderita psoriasis, mendapatkan tidur malam yang nyenyak sering kali menjadi tantangan besar. Psoriasis merupakan kondisi autoimun kronis yang menyebabkan penumpukan sel kulit secara cepat, sehingga memicu bercak kemerahan, bersisik, dan rasa gatal yang hebat. Rasa tidak nyaman ini cenderung meningkat di malam hari, mengganggu siklus istirahat, dan berujung pada penurunan kualitas hidup.

Namun, banyak yang belum menyadari gangguan tidur di malam hari ini sebenarnya sangat dipengaruhi oleh rutinitas yang dilakukan pada siang dan sore hari. Para pakar kesehatan kulit dan spesialis tidur mengungkapkan bahwa mengubah beberapa kebiasaan di waktu paruh kedua hari dapat membantu meredakan peradangan kulit dan mempermudah tubuh untuk beristirahat.

Kebiasaan pertama yang perlu dievaluasi adalah konsumsi kafein di sore hari. Menikmati kopi, teh, atau minuman berenergi setelah jam makan siang mungkin terasa menyegarkan untuk mengusir kantuk. Sayangnya, kafein dapat bertahan di dalam sistem tubuh selama berjam-jam. Zat stimulan ini tidak hanya membuat Anda tetap terjaga, tetapi juga dapat memicu pelepasan kortisol (hormon stres) yang berpotensi memperburuk peradangan kulit.

Kedua, melewatkan waktu hidrasi. Kurang minum air putih pada siang hari membuat kulit menjadi lebih kering. Bagi penderita psoriasis, kulit yang mengalami dehidrasi akan terasa jauh lebih gatal, terutama saat bergesekan dengan seprai kasur di malam hari. Pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan secara konsisten sejak pagi hingga sore.

Kebiasaan ketiga yang berdampak buruk adalah melakukan olahraga dengan intensitas tinggi terlalu dekat dengan waktu tidur. Aktivitas fisik di siang hari sebenarnya sangat baik untuk meredakan stres. Namun, jika dilakukan saat larut sore atau malam, suhu inti tubuh akan melonjak dan keringat yang keluar dapat mengiritasi lesi psoriasis, memicu rasa gatal yang tak tertahankan saat Anda mencoba memejamkan mata.

Selanjutnya, menghabiskan waktu sore hari dalam kondisi stres tanpa adanya relaksasi. Stres psikologis merupakan salah satu pemicu utama (trigger) kambuhnya peradangan psoriasis. Jika tekanan kerja pada siang hari terbawa hingga malam tanpa adanya jeda untuk menenangkan pikiran, tubuh akan berada dalam fase siaga yang memicu respons peradangan kulit yang lebih agresif.

Terakhir adalah kebiasaan mengonsumsi camilan manis atau makanan olahan di sore hari. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat, yang kemudian merangsang respons inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Hal ini dapat membuat ruam psoriasis terasa lebih panas dan gatal di malam hari.

Mengenai pentingnya pemutusan rantai kebiasaan buruk ini, pakar kesehatan kulit memberikan penekanan khusus pada pendekatan holistik sehari-hari.

“Mengelola psoriasis bukan hanya tentang apa yang Anda oleskan pada kulit sebelum tidur, melainkan tentang bagaimana Anda merawat tubuh Anda sepanjang hari untuk meminimalkan pemicu peradangan,” jelas pakar kesehatan tersebut.

Dengan menghentikan kebiasaan-kebiasaan negatif di atas dan menggantinya dengan pola hidup yang lebih teratur, seperti membatasi kafein, menjaga hidrasi kulit, serta mengelola stres sejak siang hari, penderita psoriasis dapat secara signifikan mengurangi intensitas gejala gatal dan menikmati tidur malam yang lebih berkualitas. (Eating Well/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *