2 Astronaut NASA Spacewalk untuk Perbaiki Lengan Robot Raksasa ISS yang Rusak
Dua astronaut NASA, Chris Williams dan Jessica Meir, melakukan misi spacewalk untuk memperbaiki lengan robot raksasa Canadarm2 di ISS.(NASA)

DUA astronaut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dijadwalkan untuk melakukan misi berjalan di luar angkasa (spacewalk), Selasa (30/6/2026). Misi krusial ini bertujuan memperbaiki lengan robotik raksasa milik Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang mengalami gangguan fungsi. Masyarakat dunia pun dapat menyaksikan langsung momen mendebarkan ini melalui layanan penyiaran resmi NASA.

Astronaut yang bertugas dalam misi ini adalah Chris Williams dan Jessica Meir. Mereka akan menghabiskan waktu sekitar 6,5 jam di luar area stasiun ISS. Operasi luar wahana atau extravehicular activity (EVA) ini dijadwalkan dimulai pada pukul 08.35 waktu setempat (EDT) atau sekitar pukul 19.35 WIB. Bagi para peminat dunia antariksa, siaran langsung dan liputan persiapan dari NASA akan dimulai lebih awal, yakni sejak pukul 18.00 WIB.

Fokus utama dari spacewalk kali ini adalah mengganti komponen sendi pergelangan (wrist joint) seberat 90 kilogram (200 pon) pada lengan robotik utama ISS yang dikenal sebagai Canadarm2. Komponen vital tersebut dilaporkan mengalami malafungsi dalam operasional rutin pada 27 Mei lalu. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak NASA, gangguan terdeteksi setelah lengan robotik tersebut menarik arus motor listrik yang melonjak tinggi dan tidak dapat bergerak sesuai dengan instruksi yang diharapkan.

Beruntung, proses perbaikan tidak perlu menunggu pengiriman logistik baru dari Bumi. Pihak NASA mengonfirmasi komponen suku cadang pengganti untuk sendi pergelangan tersebut sudah tersedia dan disimpan di dalam stasiun ISS. Sebagai informasi, laboratorium layang raksasa ini memang telah dihuni dan dioperasikan secara terus-menerus oleh rotasi kru astronaut internasional sejak November 2000.

Terkait kerusakan ini, pejabat NASA menjelaskan kendala teknis pada perangkat yang sudah berumur panjang merupakan hal yang wajar.

“Perbaikan pada sistem robotik seperti Canadarm2 adalah hal yang normal dan sudah diperkirakan setelah lebih dari 25 tahun beroperasi secara terus-menerus. Sistem ini memang dirancang dengan komponen yang dapat diganti serta pemeliharaan yang terencana,” tulis perwakilan NASA dalam pratinjau misi tersebut.

Lengan robotik Canadarm2 sendiri memiliki peran yang sangat krusial bagi keberlangsungan operasional ISS. Perangkat raksasa ini memiliki panjang mencapai 17 meter (56 kaki) dengan bobot total sekitar 1.500 kilogram (3.300 pon). Canadarm2 pertama kali dibawa ke orbit dan dipasang di stasiun luar angkasa menggunakan pesawat ulang-alik Endeavour pada April 2001. Dengan demikian, usia sistem robotik pembantu ini sudah hampir menyamai usia operasional dari stasiun ISS itu sendiri.

Misi kali ini akan menjadi pengalaman berharga bagi kedua penjelajah antariksa tersebut. Bagi Chris Williams, ini merupakan spacewalk kedua dalam kariernya. Ia akan bertindak sebagai anggota kru luar angkasa 1 dan mengenakan pakaian antariksa khusus yang ditandai dengan garis-garis merah. Di sisi lain, bagi Jessica Meir, misi ini akan menjadi spacewalk kelimanya. Ia bertugas sebagai anggota kru luar angkasa 2 dan akan menggunakan pakaian antariksa polos tanpa garis.

Kerja sama antara Williams dan Meir di luar angkasa sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Pada bulan Maret lalu, pasangan astronaut ini juga sukses menyelesaikan misi EVA bersama selama tujuh jam dua menit untuk mempersiapkan stasiun luar angkasa sebelum pemasangan panel surya baru. Hingga saat ini, para astronaut dari berbagai negara tercatat telah melakukan total 279 kali spacewalk di luar ISS demi menjaga stasiun tetap berfungsi optimal. (Space/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *