Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Transformasi Kesehatan Preventif
Kesepakatan kerja sama dalam forum Pause, Heal & Realign: Health, Wealth & Future Readiness di Jakarta, Jumat (26/6).(Dok.Istimewa)

UPAYA membangun masyarakat yang lebih sehat dinilai tidak dapat lagi mengandalkan sektor kesehatan semata. Kolaborasi antara tenaga medis, teknologi kesehatan, edukasi, wellness, hingga industri keuangan menjadi semakin penting dalam mendorong pergeseran paradigma dari pengobatan menuju pencegahan penyakit.

Semangat tersebut menjadi benang merah dalam forum Pause, Heal & Realign: Health, Wealth & Future Readiness di Jakarta, Jumat (26/6). Acara ini merupakan kolaborasi antara Pause & Rebuild Indonesia dan KT Cap Consulting yang bergerak di bidang strategic advisory dan pengembangan bisnis 

Forum ini mempertemukan berbagai pelaku lintas industri yang memiliki visi bersama untuk membangun ekosistem kesehatan yang lebih preventif, personal, dan berkelanjutan.

Para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi mengenai kesehatan masa depan, mulai dari pencegahan penyakit, personalisasi layanan kesehatan berbasis data dan genomik, metabolik, healthy ageing, hingga pengembangan praktik konsultasi yang berkelanjutan.

Forum ini menghadirkan berbagai mitra ekosistem yang menawarkan perspektif berbeda dalam membangun kesehatan secara menyeluruh. Pathgene by Pathomics Health memperkenalkan pendekatan kesehatan berbasis analisis genomik untuk membantu masyarakat memahami risiko kesehatan secara lebih personal. 42 by Detalytics membahas pemanfaatan data kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, TOS Skin mengangkat pendekatan healthy ageing dan kesehatan kulit sebagai bagian dari kualitas hidup jangka panjang. Perspektif mengenai pengembangan kapasitas manusia dan pembelajaran berkelanjutan disampaikan oleh One Knowledge Academy, sedangkan Soultaropy mengajak peserta memahami pentingnya keseimbangan antara aspek emosional, mental, dan spiritual dalam perjalanan hidup seseorang.

Tidak hanya menghadirkan sesi presentasi, forum juga menjadi ruang kolaborasi melalui networking, konsultasi bersama para mitra, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai simbol komitmen memperkuat sinergi antarorganisasi dalam membangun ekosistem kesehatan preventif di Indonesia.

Pendiri sekaligus CEO PT KTCC Pause & Rebuild Indonesia, Reinita Hariyanti, mengatakan tantangan kesehatan saat ini membutuhkan cara pandang yang lebih kolaboratif.

“Selama ini kita terbiasa berbicara tentang bagaimana mengobati penyakit. Padahal, masa depan kesehatan adalah tentang bagaimana kita membantu lebih banyak orang tetap sehat. Itu tidak bisa dilakukan oleh satu perusahaan atau satu profesi saja,” ucapnya dalam keterangan resmi.

Menurutnya, dibutuhkan sebuah ekosistem yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, wellness, edukasi, dan komunitas dalam satu tujuan yang sama,” ujar Reinita.

Reinita menjelaskan, kolaborasi ini lahir dari keyakinan bahwa transformasi kesehatan memerlukan pendekatan yang lintas disiplin. 

Karena itu, menurutnya, forum tersebut dirancang sebagai ruang bertemunya para ahli, pelaku industri, dan komunitas untuk berbagi pengetahuan, membangun jejaring, sekaligus melahirkan kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui inisiatif tersebut, Ia juga berharap semakin banyak organisasi dari berbagai sektor dapat terlibat dalam membangun budaya hidup sehat yang berorientasi pada pencegahan, personalisasi, dan pemberdayaan masyarakat. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *