BNPB: 4.245 KK di Lombok Barat Alami Krisis Air, Satu Bulan tanpa Hujan
: Sejumlah ternak kerbau mencari rumput di persawahan tadah hujan yang mengering di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Praya, Lombok Tengah, NTB,(. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.)

SEBANYAK 4.245 kepala keluarga (KK) di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdampak krisis air bersih akibat hari hujan selama satu bulan terakhir. Hal itu berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis (25/6) menyampaikan kekeringan memicu gangguan pasokan air warga.

“Fenomena hari tanpa hujan dalam sebulan ini berimplikasi langsung pada kesulitan masyarakat di lima kecamatan untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian,” ujar Abdul.

Ia menjelaskan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Selasa (23/6), sebaran warga terdampak meliputi 1.357 KK di Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong dan 306 KK di Desa Jembatan Gantung Kecamatan Lembar.

Selain itu, kekeringan juga melanda kawasan Kecamatan Gerung yakni 500 KK di Desa Banyu Urip dan 718 KK di Desa Giri Tembesi, diikuti 630 KK di Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan) dan 734 KK di Desa Persiapan Penanggak Kecamatan Batulayar.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin meluas, Abdul mengatakan bahwa BPBD Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat memprioritaskan pengerahan empat unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing armada sebanyak 5.000 liter ke kawasan terdampak.

Selain itu, koordinasi lintas sektoral diperkuat demi memantau bantuan logistik air ke kantong-kantong permukiman warga. Adapun penambahan armada mobil tangki air maupun pasokan air bersih tengah dilakukan. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *