Donald Trump Rebutan Dekorasi Kamar dengan Melania di Gedung Putih
Donald Trump dan Melania Trump(White House)

SEBUAH buku terbaru karya jurnalis New York Times, Maggie Haberman dan Jonathan Swan, mengungkap sisi unik dari kehidupan pernikahan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump. Setelah kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua tahun lalu, Trump dikabarkan bersaing ketat dengan Melania terkait dekorasi kamar tidur terpisah mereka.

Dalam buku berjudul Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump yang terbit minggu ini, jurnalis tersebut menulis bahwa para staf sering kali merasa terjebak di antara pasangan nomor satu di AS tersebut. Trump dan Melania menjadi pasangan presiden pertama sejak era Richard Nixon yang secara rutin menggunakan kamar tidur terpisah.

Melania, 56, menempati kamar tidur utama yang dikenal sebagai Kamar 219, sementara Trump, 80, memilih Kamar 220 yang terletak di sebelah Yellow Oval.

“Trump membiarkan istrinya menggunakan kamar tidur utama, yang dikenal di dalam Gedung Putih sebagai Kamar 219, beserta ruang riasnya; Presiden menempati Kamar 220, di sebelah Yellow Oval,” tulis Haberman dan Swan. “Pernah suatu kali, ketika staf dengan lembut mengingatkan Presiden bahwa ia mengambil barang-barang dari Center Hall yang telah dipilih sendiri oleh istrinya, ia memperjelas bahwa ia tidak peduli.”

Buku tersebut mengeklaim Trump tampak bertekad untuk memiliki kamar yang lebih bagus daripada istrinya. Akibat persaingan ini, staf Gedung Putih sampai harus memotret opsi dekorasi pengganti dan mengirimkan gambar-gambar tersebut kepada Melania untuk mendapatkan persetujuannya.

Karpet Kamar Mandi dan Fokus Obsesif

Sesuai dengan kegemarannya terhadap warna emas dan desain bernuansa mewah, Trump merombak kamarnya dengan berbagai sentuhan emas. Sebagai seorang yang kecanduan televisi, ia memasang tiga unit TV di areanya; dua di kamar tidur dan satu di kamar mandi yang seluruh lantainya dilapisi karpet.

Pemasangan karpet di kamar mandi ini sempat membuat staf khawatir akan pertumbuhan jamur karena area dekat pancuran sering kali basah kuyup. Solusinya, staf harus memutar beberapa potongan kecil karpet sejenis untuk melapisi bagian yang basah dan mengeringkannya secara bergantian.

Fokus obsesif Trump terhadap dekorasi interior ini sempat membuat staf stres. Mereka berharap Melania dapat segera kembali ke Gedung Putih untuk meredam keinginan suaminya, terutama ketika Trump berencana mengubah Taman Mawar (Rose Garden) menjadi area teras batu seperti di Mar-a-Lago. Pada akhirnya, jalan tengah diambil dengan mempertahankan semak mawar dan melapisi rumput dengan batu putih karena tim Ibu Negara menyatakan ketidaksetujuannya. (People/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *