
DOKTER spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Premier Bintaro, Yohan Samudra, (SpGK) mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi kafein saat begadang, terutama bagi mereka yang terjaga demi menonton pertandingan sepak bola. Ia menyarankan konsumsi kopi cukup satu cangkir dengan memperhatikan waktu minum yang tepat.
Menurut Yohan, pembatasan ini penting karena kafein memiliki waktu paruh sekitar enam jam di dalam tubuh. Strategi penentuan jam minum kopi sangat krusial agar individu tidak mengalami kesulitan tidur setelah aktivitas begadang selesai.
“Waktu paruh kafein di tubuh sekitar 6 jam, jadi perlu strategi yang tepat untuk menentukan jam meminum kopinya sehingga tidak mempersulit tidur setelah nonton bola,” ujar Yohan di Jakarta, Selasa (23/6).
Bagi individu sehat, batas maksimal konsumsi kafein harian adalah 400 mg atau setara dengan empat cangkir kopi. Namun, bagi penderita hipertensi, batas tersebut jauh lebih rendah, yakni maksimal 200 mg per hari yang stabil untuk kesehatan jangka panjang.
Alternatif Minuman dan Makanan:
- Susu: Mengandung protein dan zat gizi, namun memiliki tryptophan yang memicu kantuk. Perlu diwaspadai bagi penderita intoleransi glukosa karena dapat memicu mual saat perut kosong.
- Camilan Sehat: Jika merasa lapar di dini hari, pilihlah buah-buahan atau kacang rebus daripada makanan berat.
Lebih lanjut, Yohan memperingatkan bahwa kebiasaan begadang yang tidak terkontrol dapat berdampak buruk pada kesehatan, seperti risiko hipertensi, peningkatan kolesterol, hingga gangguan fungsi hati. Ia menyarankan agar masyarakat menyempatkan tidur sebelum menonton pertandingan atau mengganti durasi tidur yang hilang pada siang hari.
“Untuk meminimalkan kurang durasi tidur sebaiknya bisa menyempatkan tidur dulu sebelum nonton bola, dan jika memungkinkan menggantikannya di siang hari,” pungkas lulusan Universitas Diponegoro tersebut.(Z-10)
