Rupiah Hari Ini 22 Juni 2026: Melemah ke Rp17.813 Dibayangi Harga Minyak
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026, dibuka melemah. Rupiah terkoreksi tipis seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Berdasarkan data pasar pada pukul 09.00 WIB, rupiah hari ini bergerak melemah 9 poin atau 0,05% ke posisi Rp17.813 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan pekan lalu, rupiah berada di level Rp17.804 per dolar AS.

Ringkasan Kurs Rupiah Senin, 22 Juni 2026:






Kurs Saat Ini Rp17.813 per dolar AS
Perubahan Melemah 9 Poin (0,05%)
Prediksi Range Hari Ini Rp17.780 – Rp17.830

Sentimen Global: Ancaman Trump dan Batalnya Perundingan Swiss

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Lebanon jika kelompok Hizbullah terus menggempur Israel telah memicu kekhawatiran pasar global.

Kondisi ini diperparah dengan kabar hengkangnya delegasi Iran dari lokasi perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss pada Minggu (21/6). Langkah tersebut diambil Teheran sebagai bentuk protes atas retorika keras Washington. “Ketegangan ini membuat perundingan yang dimediasi Pakistan dan Qatar terancam batal, yang secara langsung mendongkrak harga minyak dunia dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujar Rully.

Sentimen Domestik: Menanti Keputusan MSCI

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah bersikap waspada (wait and see) menantikan laporan annual market classification review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan dirilis pada Selasa (23/6) malam waktu AS.

Terdapat kekhawatiran pasar saham Indonesia akan diturunkan statusnya (downgrade) dari Emerging Markets (EMs) menjadi Frontier Markets. Isu utama yang disoroti adalah rencana tata niaga ekspor komoditas strategis satu pintu yang dinilai memiliki risiko tata kelola tinggi.

“Jika MSCI benar-benar melakukan downgrade terkait risiko politik dan regulasi penanaman modal, hal ini akan menjadi tekanan tambahan bagi stabilitas nilai tukar rupiah dan aliran modal asing di pasar keuangan domestik,” tambah Rully.

Meskipun pemerintah berencana menggelontorkan sejumlah insentif ekonomi untuk menjaga daya beli, ketidakpastian global tetap menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan kurs rupiah hari ini. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *