
PALU – Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 akan mencakup seluruh pelaku ekonomi tanpa terkecuali, termasuk para pelaku usaha di sektor ekonomi digital dan lapangan usaha pertanian.
Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiawan, menyatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki nilai istimewa dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya integrasi pendataan pada sektor-sektor yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.
“Pada Sensus Ekonomi 2026, merupakan hal yang istimewa karena mencakup lapangan usaha pertanian, termasuk mencakup ekonomi digital. Ini hal yang baru, mungkin 10 tahun lalu belum ada,” ujar Dadang saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Minggu (21/6).
Dadang menjelaskan bahwa SE2026 merupakan amanat Undang-Undang yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan strategis ini bertujuan untuk memotret struktur serta karakteristik perekonomian Indonesia secara mendalam, mulai dari tingkat nasional hingga ke daerah.
Komitmen Sulawesi Tengah dalam SE2026
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ini. Ia membacakan deklarasi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta mendukung penyediaan basis data ekonomi yang berkualitas.
Untuk wilayah Sulawesi Tengah, BPS menyiagakan sebanyak 3.210 petugas lapangan. Mereka ditargetkan untuk mendata sekitar 1,5 juta pelaku usaha di seluruh wilayah provinsi tersebut. Adapun pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Gerakan TIR: Kunci Sukses Sensus
BPS mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif menyukseskan SE2026 melalui gerakan TIR, yaitu:
- Terima kedatangan petugas sensus dengan baik.
- Isi data dengan benar, jujur, dan lengkap.
- Rahasia data dijamin dan dilindungi sepenuhnya oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Semua akan dilakukan pendataan. Kami berharap semua lapisan masyarakat menerima petugas sensus dengan senang hati agar data yang dihasilkan benar-benar akurat untuk kebijakan pembangunan ke depan,” tutup Dadang. (Ant/E-3)
