Tren Salt Grounding: Manfaat Menginjak Garam Sebelum Tidur dan Faktanya
Ilustrasi(Magnific)

Media sosial, khususnya TikTok, kembali melahirkan tren kesehatan unik yang menarik perhatian jutaan pengguna. Praktik yang dikenal sebagai salt grounding atau menginjak-injak garam sebelum tidur diklaim mampu menyelaraskan energi tubuh, menenangkan pikiran, hingga meningkatkan kualitas tidur secara instan. Namun, di balik popularitasnya yang masif, para pakar medis memberikan catatan kritis mengenai efektivitas sebenarnya dari metode ini.

Apa Itu Tren Salt Grounding?

Tren ini mulai mencuat setelah dipopulerkan oleh kreator konten Tammy Weatherhead melalui akun TikTok @tamsskyn. Dalam unggahannya, ia membagikan rutinitas menggosokkan atau berdiri di atas garam Epsom (garam Inggris) atau garam laut selama kurang lebih 10 menit sebelum beristirahat.

Para pendukung metode ini percaya bahwa tekstur garam yang kasar pada telapak kaki dapat memberikan efek luar biasa, di antaranya:

  • Mengeksfoliasi kulit kaki agar lebih halus.
  • Meredakan peradangan pada tubuh.
  • Mengatur ulang sistem saraf ke mode istirahat.
  • Menurunkan hormon kortisol (stres) dan meningkatkan serotonin (hormon bahagia).

Perspektif Medis: Fakta vs Mitos

Meskipun banyak pengguna media sosial mengklaim merasakan perubahan positif, para ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat tetap bersikap skeptis terhadap klaim-klaim yang bersifat pseudosains. Dilansir dari The New York Post, terdapat perbedaan signifikan antara pengalaman sensorik dan reaksi kimia tubuh.

1. Tidak Mengubah Kimia Otak secara Langsung

Dr. Yoshua Quinones, seorang spesialis penyakit dalam, menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim bahwa berdiri di atas garam dapat secara langsung memengaruhi kadar serotonin atau kortisol dalam darah. Garam tidak meresap melalui kulit untuk mengubah sistem saraf secara kimiawi.

2. Manfaat Eksfoliasi yang Nyata

Satu hal yang disepakati oleh para ahli adalah manfaat mekanisnya. Tekstur kristal garam memang efektif untuk mengangkat sel kulit mati pada telapak kaki. Aktivitas ini membuat kulit terasa lebih lembut, namun efek ini murni bersifat fisik, bukan karena “penyelarasan energi”.

3. Efek Relaksasi Sensorik

Psikiater Dr. Bonnie Mitchell menjelaskan bahwa rasa tenang yang muncul berasal dari teknik grounding sensorik. Saat seseorang berdiri diam dan fokus pada tekstur di bawah kaki, tubuh secara alami melambatkan tempo dan masuk ke mode relaksasi. Jadi, penurunan stres adalah hasil dari aktivitas meditasi ringan tersebut, bukan karena khasiat ajaib dari garam itu sendiri.

Catatan Pakar: Stimulasi pada ujung saraf kaki memang dapat melancarkan sirkulasi, namun efek serupa bisa didapatkan dengan cara yang lebih sederhana seperti berjalan di atas rumput atau kerikil halus.

Risiko dan Peringatan

Metode salt grounding tidak disarankan bagi semua orang. Terdapat beberapa kondisi kesehatan yang justru bisa memburuk akibat praktik ini:







Kondisi Risiko
Diabetes (Kaki Diabetik) Risiko luka yang sulit sembuh akibat gesekan kristal garam.
Neuropati Ketidakmampuan merasakan tekanan berlebih yang memicu cedera.
Kulit Pecah-pecah/Luka Terbuka Rasa perih yang hebat dan risiko iritasi kulit.

Alternatif yang Lebih Efektif

Dr. Mitchell menyarankan metode yang jauh lebih unggul secara medis dibandingkan hanya menginjak garam kering, yaitu merendam kaki dengan air hangat dan garam Epsom. Kombinasi air hangat dan garam memberikan manfaat yang lebih komprehensif:

  • Vasodilatasi: Air hangat melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan sirkulasi secara nyata.
  • Relaksasi Otot: Membantu otot-otot kaki yang tegang untuk benar-benar rileks setelah beraktivitas seharian.
  • Eksfoliasi Optimal: Air melembutkan kulit sehingga proses pengangkatan sel kulit mati menjadi lebih mudah dan aman.

Kesimpulan

Tren menginjak garam sebelum tidur bisa menjadi ritual relaksasi yang menyenangkan bagi sebagian orang karena efek sensoriknya yang menenangkan. Namun, klaim bahwa metode ini dapat menyembuhkan kecemasan atau mengubah hormon tubuh secara kimiawi belum terbukti secara medis. Jika Anda ingin mencobanya, pastikan kaki dalam kondisi sehat tanpa luka, atau pilihlah metode rendam kaki yang lebih teruji manfaatnya.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *