Gemparkan Warga, Dua Santri di Brebes Panjat Menara Setinggi 50 Meter
Dua santri menuruni menara setelah diminta turun oleh tim Damkar Brebes.(MI/Supardji Rasban)

DUA santri di Kampung Saditan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bikin geger warga sekitar. Pasalnya, kedua santri tersebut menaiki menara  seluler setingga sekitar 50 meter, Sabtu (20/6).

Selain menaiki menara tersebut, keduanya bahkan sempat tertidur di atas menara, tepatnya di Jalan Dr Wahidin Kota Brebes tersebut. Tak ayal, warga sekitar yang melihat aksi kedua santri itu kemudian melapor ke pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Brebes.

Petugas gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan upaya penyelamatan. Sesampainya di lokasi, petugas mendapati dua anak santri itu masih berada di atas menara.

Setelah pihak Damkar meminta keduanya untuk turun dengan cara persuasif, mereka pun menuruti dan bersedia untuk turun. Sementara warga yang menyaksikan di bawah menara bersorak.

Dari pemeriksaan polsi, kedua remaja tersebut berinisial D, 15 dan F, 15. Keduanya merupakan pelajar SMA Negeri di Brebes, sekaligus santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Kampung Saditan.

Kepala Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menyampaikan pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang resah melihat dua anak berada di puncak menara.

“Kami mendapat laporan dari warga melalui 110 Polres Brebes. Kemudian polisi bersama Damkar Brebes bergerak menuju lokasi. Setelah dicek, ternyata benar ada dua anak berada di atas menara seluler dengan ketinggian sekitar 50 meter,” ujar Indra.

Indra menyebut aksi tersebut dilakukan hanya karena iseng. Setelah melaksanakan salat subuh, mereka berjalan-jalan pagi di sekitar lingkungan pondok. Saat melihat menara seluler, muncul keinginan untuk memanjat sampai ke ketinggian sekitar 50 meter.

“Mereka mengaku hanya iseng. Awalnya berjalan-jalan setelah salat subuh, kemudian melihat menara dan memanjat pagar pembatas sebelum naik ke atas menara,” jelas Indra.

Menurut Indra, selama berada di atas menara, kedua santri itu menghabiskan waktu sekitar dua jam. Bahkah, mereka mengaku sempat mengambil klem kabel yang berada di menara untuk dijadikan mainan.

“Keduanya juga mengaku sempat tertidur di atas menara saat berada di ketinggian puluhan meter tersebut. Pengakuan itu membuat warga yang mendengar hanya bisa geleng kepala karena aksi mereka sangat berisiko dan membahayakan nyawa,” jelas Indra.

Lanjut Indra, setelah berhasil turun, kedua remaja tersebut langsung diberikan pembinaan dan edukasi mengenai bahaya memanjat bangunan tinggi tanpa pengamanan.

“Kami mengingatkan agar tidak iseng di tempat-tempat berbahaya seperti menara, gedung tinggi, atau lokasi yang berisiko menimbulkan kecelakaan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkas Indra. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *