Pentagon Finalisasi Investigasi Serangan Sekolah Iran
Sekolah Minab.(Al Jazeera)

PEJABAT senior militer Amerika Serikat dilaporkan tengah berada dalam tahap akhir peninjauan investigasi internal terkait serangan udara mematikan terhadap satu sekolah dasar di Iran. Namun, muncul kekhawatiran besar di kalangan Kongres dan Pentagon bahwa pemerintahan Donald Trump akan mengklasifikasikan hasil temuan tersebut sebagai dokumen rahasia guna melindunginya dari publik.

Investigasi yang dipimpin oleh Komando Pusat AS (Centcom) ini berfokus pada tragedi di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab yang terjadi pada hari pertama perang antara AS-Israel dengan Iran. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 170 orang, yang mayoritas korbannya ialah anak-anak.

Kekhawatiran Transparansi di Bawah Menhan Pete Hegseth

Empat pejabat Kongres mengungkapkan ada kecemasan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth akan memberikan status klasifikasi pada laporan tersebut. Langkah ini dianggap akan membatasi akses publik terhadap fakta mengenai serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam konflik tersebut.

“Kekhawatiran kami adalah Hegseth akan mengklasifikasikan laporan itu dan mencegahnya dirilis ke publik,” ujar seorang sumber yang akrab dengan penyelidikan tersebut. Senator Demokrat dari Arizona, Mark Kelly, juga menyatakan hal senada dengan menyebut bahwa upaya merahasiakan laporan adalah langkah yang sudah diprediksi.

Respons Donald Trump: Saat ditanya mengenai pertanggungjawaban atas serangan tersebut pada Rabu (18/6), Presiden Donald Trump menjawab singkat, “Kesalahan bisa terjadi. Perang itu kejam.” Ia menambahkan bahwa laporan mungkin dirilis paling cepat Kamis, tetapi meminta wartawan untuk menanyakan detailnya kepada Menhan Pete Hegseth.

Bukti Rudal Tomahawk dan Peran AI

Meskipun Trump sempat mengeklaim tanpa bukti bahwa Iran mungkin bertanggung jawab atas ledakan tersebut, temuan awal militer AS justru menunjukkan sebaliknya. Laporan NBC News menyebutkan bahwa amunisi AS kemungkinan besar menjadi penyebab serangan pada 28 Februari tersebut.

Beberapa poin krusial dalam investigasi ini meliputi:

  • Video Geospasial: Pakar mengidentifikasi sesuatu yang tampak sebagai rudal Tomahawk milik AS menghantam kompleks Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang terletak tepat di sebelah sekolah.
  • Intelijen Kedaluwarsa: Temuan awal menunjukkan bahwa data intelijen yang tidak diperbarui kemungkinan besar menjadi penyebab salah sasaran.
  • Penggunaan AI: Sebanyak 120 anggota parlemen dari Partai Demokrat mengirim surat kepada Hegseth untuk mempertanyakan apakah kecerdasan buatan (AI), termasuk Maven Smart System, digunakan dalam menentukan target dan apakah ada tinjauan manusia dalam proses tersebut.

Komitmen yang Dipertanyakan

Langkah untuk mengklasifikasikan laporan ini dinilai bertentangan dengan janji transparansi yang sebelumnya disampaikan oleh Komandan Centcom, Laksamana Bradley Cooper. Dalam kesaksian di bawah sumpah bulan lalu, Cooper menyatakan komitmen penuh untuk membuka hasil investigasi setelah selesai.

Secara historis, Pentagon biasanya mengungkapkan peran mereka dalam serangan yang tidak disengaja terhadap warga sipil, seperti serangan rumah sakit di Afghanistan era Obama atau pengeboman di Irak pada periode pertama Trump. Namun, lamanya proses investigasi Minab yang memakan waktu hampir empat bulan memicu kecurigaan bahwa pemerintahan saat ini berusaha menghindari akuntabilitas publik atas tragedi kemanusiaan tersebut. (NBC/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *