
BPBD Banyumas, Jawa Tengah menyiapkan tempat penampungan air atau toren ke wilayah-wilayah rawan kekeringan. Tempat penampungan air itu nantinya akan berfungsi menampung air distribusi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan dua unit tandon air berkapasitas masing-masing 2.000 liter telah disalurkan ke Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur. Bantuan tersebut diberikan setelah pemerintah kelurahan mengajukan permohonan resmi kepada BPBD.
“Pengajuan dari Sokanegara sudah masuk beberapa hari lalu, sehingga kami langsung menyalurkan dua unit tandon sambil menunggu proses administrasi dan penjadwalan distribusi air bersih,” ujarnya, Kamis (18/6).
Sementara itu, Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, yang juga mulai menghadapi persoalan ketersediaan air bersih, hingga kini belum mengajukan permohonan tertulis. Meski demikian, BPBD telah melakukan pengecekan lapangan untuk mengetahui kondisi riil kebutuhan warga.
Menurut Ladjis, BPBD terus melakukan pemantauan di sejumlah daerah yang masuk kategori rawan kekeringan. Personel dan armada distribusi air juga disiagakan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat.
Hasil pemantauan di Kelurahan Sokanegara menunjukkan pasokan air bersih mengalami penurunan signifikan. Dari sekitar 44 sambungan pelanggan yang sebelumnya aktif, kini hanya tiga sambungan yang masih berfungsi.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga memanfaatkan sumber air alternatif, termasuk sumur milik UIN Saizu Purwokerto yang berada tidak jauh dari permukiman.
BPBD Banyumas juga menjalin koordinasi dengan Perumdam Tirta Satria Banyumas guna memastikan ketersediaan pasokan air apabila diperlukan untuk mendukung distribusi bantuan di wilayah terdampak.
Dia menegaskan setiap penyaluran bantuan air bersih maupun tandon tetap harus melalui prosedur yang berlaku, termasuk adanya permohonan resmi dari pemerintah desa atau kelurahan.
“Pada prinsipnya kami siap membantu masyarakat yang terdampak. Namun penyaluran harus didasarkan pada pengajuan resmi agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
BPBD Banyumas mengimbau pemerintah desa dan kelurahan yang mulai mengalami kesulitan air bersih untuk segera melaporkan kondisi di wilayahnya. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan kekeringan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. (H-2)
