
PARA arkeolog di Italia berhasil menemukan reruntuhan sebuah vila mewah peninggalan kekaisaran Romawi kuno di pinggiran kota Roma. Kompleks hunian megah yang terletak di luar tembok kota kuno ini diduga kuat merupakan tempat singgah yang sering dikunjungi para penguasa besar Romawi, termasuk Kaisar Hadrian dan penerusnya, Marcus Aurelius.
Penemuan ini terjadi selama penggalian penyelamatan arkeologis sebelum dimulainya proyek pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Di lokasi penggalian, tim ahli menemukan fondasi bangunan yang luas, sistem saluran air bawah tanah yang rumit, serta sisa-sisa dekorasi interior yang menunjukkan status sosial pemiliknya yang sangat tinggi.
Salah satu bukti kemegahan yang paling mencolok dari vila ini adalah penggunaan marmor numidicum (marmer Numidia), sejenis marmer kuning langka dan mahal yang diimpor langsung dari wilayah Afrika Utara. Pada masa kekaisaran Romawi, material premium seperti ini umumnya dikontrol ketat oleh pihak kekaisaran dan hanya digunakan untuk proyek-proyek monumental atau kediaman resmi milik keluarga kekaisaran dan kaum bangsawan tingkat tinggi.
Berdasarkan penanggalan artefak dan struktur bangunan, kompleks vila ini diperkirakan mencapai puncak kejayaannya antara abad ke-2 hingga abad ke-3 Masehi. Periode tersebut bertepatan dengan masa keemasan Pax Romana, di mana stabilitas politik memungkinkan para elite Roma membangun resor-resor pedesaan yang mewah di luar pusat kota yang padat. Hubungan vila ini dengan Kaisar Hadrian dan Marcus Aurelius diperkuat oleh lokasinya yang strategis serta catatan sejarah mengenai kepemilikan tanah kekaisaran di rute tersebut.
Selain marmer mewah, para arkeolog juga mengeksplorasi bagian dari sistem pemandian pribadi (thermae) yang menjadi fasilitas wajib bagi vila-vila elite pada zaman itu. Sistem pemanas bawah lantai (hypocaust) yang ditemukan di situs ini masih memperlihatkan tingkat rekayasa teknik Romawi yang sangat maju.
Pihak otoritas arkeologi Roma menyatakan bahwa penemuan ini memberikan potongan teka-teki baru yang sangat berharga mengenai lanskap sosio-ekonomi dan struktur kepemilikan tanah di sekitar ibu kota kekaisaran. Proses ekskavasi dan analisis terhadap fragmen-fragmen yang tersisa masih terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak detail mengenai fungsi spesifik dari setiap ruangan di dalam kompleks tersebut.
Melalui penemuan situs bersejarah ini, para ilmuwan berharap dapat memperdalam pemahaman kita mengenai bagaimana para kaisar Romawi mengelola waktu mereka antara tugas-tugas administratif di pusat pemerintahan dan momen istirahat mereka di kediaman luar kota yang megah. (Live Science/Z-2)
