Pemulangan Jemaah Haji Gelombang 2 dari Madinah Dimulai, 48 Persen Tiba di Indonesia
Fase pemulangan jemaah haji Gelombang 2 dari Madinah resmi dimulai.(MI/Akmal Fauzi)

FASE pemulangan jemaah haji Indonesia memasuki babak baru. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan proses pemulangan dari Arab Saudi berjalan lancar, aman, dan terkendali seiring dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang 2 dari Madinah menuju Tanah Air.

Memasuki hari ke-57 operasional haji atau hari ke-15 fase pemulangan, pergerakan data mencatat progres yang signifikan. Hingga Selasa (16/6), sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Angka itu mencakup 101.391 jemaah dan 1.042 petugas, sehingga total yang telah diterbangkan mencapai 102.433 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kloter telah mendarat di Tanah Air dengan rincian 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan di berbagai embarkasi kini menyentuh 99.497 orang atau berkisar 48% dari total kuota.

Sementara itu, pergerakan jemaah Gelombang II dari Mekah menuju Madinah mencatat 157 kloter yang telah diberangkatkan. Mobilisasi ini membawa 60.242 jemaah dan 628 petugas, dengan total kedatangan di Madinah mencapai 60.870 orang. Di sisi lain, jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa dimulainya penerbangan Gelombang 2 dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan tahun ini.

“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang 2 dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria di Mekah, Selasa (16/6).

Menurutnya, Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir.

Demi kelancaran proses kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang saat ini berada di Madinah untuk memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor. Jemaah diminta memastikan paspor tersimpan dengan aman dan mudah diakses.

“Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” katanya.

Selain faktor dokumen, aspek kesehatan juga menjadi sorotan. Jemaah diingatkan untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dengan beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas fisik berlebih yang memicu kelelahan.

Kemenhaj juga kembali menegaskan larangan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam nantinya akan dibagikan kepada jemaah setibanya di Tanah Air sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *