Kiprah Garang di Bawah Mistar Gawang, Vozinha Dapat Pujian dari Bintang Dunia
Vozinha(Dok AFP)

Penampilan gemilang kiper veteran Cape Verde (Tanjung Hijau), Vozinha, mendadak menjadi sorotan dunia. Ia menjadi aktor utama di balik keberhasilan timnya menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, dengan skor kacamata 0-0 pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Senin (15/6).

Penjaga gawang bernama lengkap Josimar Jose Evora Dias ini tampil kokoh di bawah mistar gawang. Meski Tanjung Verde terus digempur sepanjang pertandingan, Vozinha berhasil menggagalkan sejumlah peluang emas dari bintang-bintang Spanyol seperti Ferran Torres, Pedri, hingga Aymeric Laporte. Berkat aksi heroiknya, ia dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga bersejarah tersebut.

Arti Nama ‘Vozinha’ dan Perjalanan Karier

Nama “Vozinha” yang tertera di punggung kausnya memiliki makna mendalam. Dalam bahasa Portugis, julukan tersebut berarti “nenek kecil”. Nama ini melekat sejak kecil karena ia dibesarkan oleh kakek dan neneknya saat sang ayah bertugas di militer dan ibunya bekerja.

Vozinha memilih tetap menggunakan nama tersebut sebagai identitas profesionalnya. “Jika semua orang mengenal saya sebagai Vozinha di Tanjung Verde, maka itulah nama saya,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Al Jazeera.

Karier kiper berusia 40 tahun ini merupakan potret perjalanan panjang di berbagai kompetisi dunia. Saat ini, ia membela klub Chaves di kasta kedua Liga Portugal. Sebelumnya, ia tercatat pernah melanglang buana ke berbagai negara, mulai dari Angola (Progresso), Moldova (Zimbru Chisinau), Siprus (AEL Limassol), hingga Slovakia (AS Trencin).

Biodata Singkat Vozinha:

  • Nama Lengkap: Josimar Jose Evora Dias
  • Tempat Tanggal Lahir: Mindelo, Tanjung Verde, 3 Juni 1986
  • Usia: 40 Tahun
  • Klub Saat Ini: GD Chaves (Portugal)
  • Posisi: Penjaga Gawang

Tangis Haru untuk Keluarga

Usai peluit panjang dibunyikan, pemandangan emosional terlihat di lapangan. Vozinha tampak menangis tersedu-sedu saat dikelilingi rekan setimnya. Air mata tersebut bukan sekadar luapan kegembiraan atas hasil imbang, melainkan bentuk kerinduan mendalam kepada keluarganya.

“Saya menangis karena saya tumbuh besar bersama kakek dan nenek saya. Sayangnya, mereka tidak ada di sini; mereka meninggal beberapa tahun sebelumnya, padahal mereka melakukan segalanya untuk hidup saya,” tutur Vozinha dengan penuh emosi.

Kesedihannya kian bertambah karena sang ibu juga tidak bisa hadir langsung di stadion akibat kendala biaya visa yang tidak terpenuhi tepat waktu. Padahal, laga melawan Spanyol merupakan momen paling bersejarah bagi Tanjung Verde sebagai salah satu negara terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Viral dan Dipuji Paul Pogba

Aksi impresif Vozinha tidak hanya membuahkan poin bagi negaranya, tetapi juga meningkatkan popularitasnya secara instan di media sosial. Jumlah pengikut Instagram-nya melonjak tajam sesaat setelah pertandingan berakhir.

Bahkan, bintang sepak bola Prancis, Paul Pogba, turut memberikan apresiasi melalui unggahan media sosialnya. “Kiper Tanjung Verde itu benar-benar sesuatu, waaaaw,” tulis Pogba memuji ketangguhan sang kiper veteran.

Dengan hasil imbang ini, Tanjung Hijau membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026, dan Vozinha telah mengukuhkan dirinya sebagai pahlawan nasional bagi negaranya. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *