Tahun Baru Islam Disambut Meriah di Kota Cirebon
Ilustrasi(MI/NURUL HIDAYAH)

MALAM tahun baru 1448 Hijriah berlangsung meriah di Kota Cirebon. Beragam kegiatan juga digelar menyambut kemeriahan tahun baru Islam yang bertepatan dengan Hari Jadi ke 599 Cirebon. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, malam pergantian tahun dimeriahkan dengan permainan sepak bola api di Pesantren Jagasatru, Kota Cirebon, Senin (15/6) malam yang dimainkan oleh para santri. Sorak sorai penonton menambah kemeriahan tontonan yang rutin digelar di malam pergantian tahun. Sepak bola  api yang digelar di jalan di depan pondok menarik perhatian pengguna jalan hingga akhirnya mereka pun berhenti untuk menikmati menonton pertandingan tersebut. Selain sepakbola api, para santri juga menampilkan atraksi bela diri dan permainan tongkat api. 

Habib Hasanain,  pimpinan Ponpes Jagasatru, Cirebon mengungkapkan bahwa kegiatan yang digelar para santri ini untuk menyambut gembira datangnya tahun yang baru. “Sebelumnya kami menggelar doa bersama di pondok yang dilanjutkan dengan pawai obor mengelilingi sejumlah ruas jalan di Kota Cirebon,” tutur Hasanain. 

Selain dilakukan oleh santri, pawai obor menyambut tahun baru Islam juga dilakukan oleh warga RW 05 Cangkol Tengah, Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Pawai dilakukan dengan membawa obor yang terbuat dari bambu dan diikuti oleh sekitar 800 warga Cangkol. Selain pawai obor, mereka pun menampilkan marching band, barongsai hingga angklung. “Kami akan berkeliling menyebarkan kegembiraan menyambut tahun yang baru,” tutur Agus Septian, Ketua RW 05 Cangkol Tengah. 

Dijelaskan Agus, kegiatan pawai obor ini rutin mereka gelar setiap tahun. “Bahkan kami menggelar dua kali dalam setahun. Yaitu menyambut bulan suci Ramadan dan tahun baru Islam,” tutur Agus. Kegiatan ini selain menjadi ajang berkumpulnya warga juga untuk merajut ukhuwah, pererat silaturahmi dan kekompakan masyarakat di momen tahun baru Islam. 

Hari Jadi ke 599 Cirebon

Hari Jadi Cirebon diperingati setiap 1 Muharam atau tahun  baru Islam. Tahun ini Kota Cirebon memasuki usia ke 599. Rangkaian hari jadi dimulai dengan sholat ashar berjamaah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, Senin (15/6). Sedangkan hari ini, Selasa (16/6) rangkaian hari jadi ke 599 Cirebon dimulai dengan upacara Peringatan Hari Jadi Cirebon Ke-599 di Alun-Alun Kejaksan yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Cirebon Ke-599 Tahun 2026 bertempat di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon. 

“Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 ini kita maknai dengan satu gagasan “Manunggal Winangun Caruban”. Tema ini bukan semata slogan. Ini adalah instrumen kerja,” tutur Walikota Cirebon, Effendi Edo, Selasa (16/6). 

Secara harfiah, Manunggal menuntut persatuan. Winangun berarti membangun. “Sedangkan Caruban adalah identitas asli kita, sebuah peleburan dari berbagai unsur budaya—Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, dan pesisir—yang telah menjadi DNA kota ini sejak ratusan tahun lalu,” tutur Edo.

 

Dalam kacamata tata kelola pemerintahan hari ini, “Manunggal Winangun Caruban” bermakna kolaborasi mutlak.  Pemerintah harus membuka diri pada berbagai bentuk partisipasi aktif seluruh pihak. Elemen birokrasi, DPRD, aparat penegak hukum, sektor swasta, hingga masyarakat di tingkat rukun tetangga, harus melebur menjadi satu mesin penggerak. “Tidak boleh ada ego sektoral. Ketika kita berbicara tentang kemajuan Kota Cirebon,” tutur Edo. 

Selanjutnya, usia 599 tahun menurut Edo juga menjadi pengingat yang keras. Tahun depan, kota ini genap berusia enam abad. “Tantangan kita tidak menyusut, melainkan bermutasi.  Dinamika tata ruang, kebutuhan lapangan kerja, ketersediaan fasilitas publik yang berkeadilan, hingga kualitas lingkungan, menuntut respons kebijakan yang lebih cepat dan taktis,” tutur Edo. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *