Garda Prabowo Jatim Kecam Pernyataan yang Dinilai Menghina Presiden
Presiden Prabowo Subianto.(Dok. Sekretariat Kabinet)

DEWAN Koordinasi Daerah Garda Prabowo Jawa Timur menyatakan kecaman terhadap pernyataan yang disampaikan seorang mantan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. 

Organisasi tersebut menilai pernyataan itu mengandung unsur yang merendahkan Presiden Prabowo Subianto. Sikap ini disampaikan di tengah iklim demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat, namun tetap menuntut tanggung jawab, etika, dan penghormatan terhadap simbol negara.

Ketua DKD Garda Prabowo Jawa Timur, Denny Hermanto, menegaskan, kebebasan berekspresi merupakan hak yang dijamin dalam sistem demokrasi Indonesia. Meski demikian, menurutnya, kebebasan tersebut tidak dapat digunakan tanpa memperhatikan norma, etika, serta ketentuan hukum yang berlaku. Ia menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari demokrasi selama disampaikan secara objektif dan memberikan solusi.

“Penyampaian pendapat di ruang publik harus mengedepankan etika, moral, dan tanggung jawab. Kami mengecam setiap bentuk penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia yang dipilih secara sah oleh rakyat melalui proses demokrasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi penghinaan tidak dapat dibenarkan,” tutur Denny seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (16/6). 

Ia menambahkan, Presiden tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan, tetapi juga menjadi representasi negara dan kedaulatan rakyat. Karena itu, masyarakat diharapkan mampu membedakan antara kritik terhadap kebijakan dengan tindakan yang dianggap merendahkan martabat lembaga negara. 

Menurut Garda Prabowo Jawa Timur, edukasi mengenai literasi politik dan etika berkomunikasi di ruang publik perlu terus diperkuat, terutama di era digital saat ini.

“Demokrasi yang sehat bukan demokrasi yang dipenuhi caci maki dan penghinaan. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menghadirkan gagasan, argumentasi, serta kritik yang membangun demi kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia,” terang Denny.

Lebih lanjut, organisasi tersebut mengingatkan bahwa perjalanan bangsa Indonesia dibangun di atas semangat persatuan, gotong royong, dan musyawarah. Di tengah berbagai tantangan, mulai dari pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, ketahanan pangan, hingga persaingan global, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui pemikiran dan masukan yang konstruktif.

Garda Prabowo Jawa Timur juga mengajak masyarakat, terutama kalangan generasi muda, untuk berperan aktif menciptakan ruang diskusi publik yang santun, edukatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Perbedaan pandangan maupun pilihan politik dinilai sebagai hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan nasional tetap harus menjadi kepentingan utama yang dijaga bersama.

Denny turut mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjaga suasana yang kondusif dan menempatkan kepentingan nasional di atas segala perbedaan.

“Jawa Timur adalah wilayah yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, persaudaraan, dan gotong royong. Mari kita jaga demokrasi yang sehat dengan kritik yang membangun, bukan dengan penghinaan yang dapat merusak persatuan bangsa. Indonesia membutuhkan persatuan, kedewasaan politik, dan semangat kebangsaan dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *