Rupiah dan IHSG Menguat, Danantara: Persepsi Investor Berbalik Positif
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.(Antara/Muhammad Adimaja)

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai kepercayaan investor terhadap Indonesia mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Perubahan persepsi tersebut tercermin dari penguatan pasar modal (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Rosan, tren positif ini merupakan hasil dari serangkaian kebijakan pemerintah serta langkah proaktif Danantara melakukan roadshow investasi di berbagai pusat keuangan dunia. Ia menegaskan bahwa kondisi pasar keuangan tidak akan membaik secara organik tanpa upaya membangun kembali keyakinan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

“Kalau kita lihat memang beberapa hari terakhir ini baik dari pasar modal kita maupun rupiah kita mengalami penguatan yang relatif cepat juga,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/6).

Dampak Roadshow ke 122 Investor Global

Salah satu faktor utama yang membalikkan sentimen pasar adalah pertemuan intensif Danantara dengan sekitar 122 investor internasional. Rosan menjelaskan bahwa para investor tersebut bukan sekadar calon pembeli obligasi global Danantara, melainkan pelaku pasar yang memiliki eksposur besar di berbagai instrumen keuangan Indonesia.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Rosan mengakui ada diskusi yang sangat dinamis dan kritis mengenai kondisi ekonomi domestik, arah kebijakan pemerintah, hingga tata kelola internal Danantara.

“Memang tanya-jawabnya kencang, sangat kencang. Jadi memang itu menunjukkan keseriusan mereka,” ungkapnya. Namun, dialog terbuka tersebut justru membuahkan respons positif karena memberikan kejelasan yang dibutuhkan pasar.

Fundamental Ekonomi Tetap Solid

Rosan menilai tekanan pasar yang sempat terjadi lebih banyak dipicu oleh faktor persepsi ketimbang fundamental ekonomi. Ia meyakini bahwa dalam jangka menengah dan panjang, ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang kuat.

Investor institusi global, lanjut Rosan, cenderung mengambil keputusan berdasarkan prospek jangka panjang. Mereka memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan sektor perbankan yang solid, imbal hasil (yield) yang menarik, serta valuasi perusahaan Indonesia yang saat ini dinilai cukup murah setelah koreksi pasar beberapa bulan terakhir.

“Pada saat mereka melihat fundamental kita bagus, perbankan kita pertumbuhan yang bagus, dividend-nya bagus, yield-nya bagus, harganya di bawah, ya otomatis mereka melihat ini adalah time to buy,” jelas Rosan.

Komitmen Tata Kelola Danantara

Sebagai lembaga pengelola investasi berdaulat (sovereign wealth fund), Danantara berkomitmen menerapkan prinsip keterbukaan, tata kelola yang baik (good corporate governance), dan akuntabilitas. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga kredibilitas di mata internasional.

Rosan menambahkan bahwa banyak investor mengapresiasi program-program Danantara yang dinilai memiliki prospek cerah dan dikelola oleh tim profesional. Kepercayaan ini pula yang mendorong respons positif terhadap berbagai inisiatif lembaga, termasuk rencana penerbitan obligasi global perdana.

“Persepsinya sekarang, alhamdulillah, sudah ke tren positif dan kita harapkan tentunya ini terus meningkat seiring dengan konsistensi kebijakan dan transparansi yang kita jaga,” pungkasnya. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *