Indonesia Targetkan Nol Kematian Dengue pada 2030
Kemenkes soroti tantangan dengue di Indonesia yang menduduki peringkat kedua dunia.(Dok. Magnific)

PENYAKIT dengue atau Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia, yang saat ini tercatat sebagai negara dengan beban kasus tertinggi di Asia Tenggara dan nomor dua di dunia setelah Brasil. Pemerintah kini memperkuat pendekatan preventif dan prediktif guna mengejar target ambisius nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni, menegaskan bahwa penanganan dengue tidak bisa lagi hanya bersifat reaktif. Perubahan iklim, kondisi lingkungan, serta mobilitas penduduk yang tinggi menjadi faktor utama yang memperumit pengendalian penyakit ini.

“Pendekatan penanggulangannya harus semakin preventif, prediktif, dan berkelanjutan dalam satu kerangka nasional yang terpadu,” ujar dr. Andi dalam acara Temu Media: ASEAN Dengue Day 2026 di Jakarta, Senin (15/6).

Data Kemenkes menunjukkan urgensi penanganan ini. Pada tahun 2025, Indonesia mencatat 101 ribu kasus dengan lebih dari 600 kematian. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sudah ada 39.672 kasus dengan 105 kematian. Jawa Barat menjadi provinsi dengan beban tertinggi, yakni 9.526 kasus dan 36 kematian.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, memaparkan bahwa kontribusi Indonesia terhadap beban dengue global mencapai 3 persen untuk kasus dan 17% untuk angka kematian dunia. Kelompok umur 15-44 tahun menjadi yang paling banyak terinfeksi, namun angka kematian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir justru didominasi oleh anak-anak usia 5-14 tahun.

“Anak-anak sering kali tidak mengeluh saat sakit, namun tiba-tiba masuk fase shock syndrome. Diagnosis cepat dan tata laksana cairan yang adekuat sangat krusial,” jelas Prima.

Sebagai langkah konkret, Kemenkes telah menyusun Rencana Aksi Nasional Pengendalian Demam Dengue 2026-2029 yang mencakup empat strategi utama:

  1. Penguatan deteksi dini dan diagnosis.
  2. Penguatan penatalaksanaan kasus yang adekuat.
  3. Peningkatan upaya pencegahan.
  4. Penguatan surveilans dan respons cepat.

Di tingkat daerah, Kota Tangerang Selatan menjadi contoh sukses dalam menekan fatalitas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mempertahankan angka nol kematian sejak 2023 melalui program “Satu Rumah Satu Jumantik” dan penguatan kerja sama lintas sektor.

Target Strategis 2030

Pemerintah menargetkan penurunan kasus dengue sebesar 25% dibandingkan tahun 2021 dan mencapai zero death (nol kematian) pada tahun 2030 melalui integrasi data, riset, dan inovasi berkelanjutan.

Kemenkes berharap pengawasan ketat di setiap daerah dapat menekan laju kasus di sisa tahun 2026 agar lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat kesiapan sistem kesehatan nasional menghadapi ancaman musiman ini. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *