Tingginya Kebutuhan Lahan Pemakaman Muslim Dorong Perencanaan Sejak Dini
Ilustrasi(Dok Insira)

KEBUTUHAN lahan pemakaman Muslim yang tertata dan sesuai syariat terus meningkat, terutama di wilayah Jabodetabek. Di tengah kondisi tersebut, sebagian keluarga memilih mempersiapkan lahan pemakaman sejak dini untuk menghindari kesulitan mencari lokasi pemakaman saat masa kedukaan tiba. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pengembangan Insira Memorial Park yang kini resmi memasuki tahap operasional setelah pembangunan klaster pertama rampung dan siap difungsikan. Dengan beroperasinya klaster awal tersebut, layanan pemakaman at need atau pemakaman yang dilakukan saat kedukaan tiba kini telah dapat dilaksanakan.

Direktur Utama Insira Memorial Park, Nugrohadi Yuwono, mengatakan kesiapan operasional tersebut ditandai dengan acara serah terima sertipikat yang digelar pekan lalu dan dihadiri lebih dari 100 orang, termasuk jajaran manajemen Insira, Dewan Penasihat Syariah, serta para pelanggan yang telah memasuki masa serah terima unit.

“Saat ini perkembangan Insira Memorial Park sudah memasuki tahap operasional. Cluster pertama telah selesai dan resmi dapat difungsikan, sehingga layanan pemakaman at need sudah dapat dilaksanakan di area ini,” ujar Nugrohadi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Menurutnya, Insira Memorial Park juga telah menerbitkan ratusan sertipikat kepemilikan yang diserahkan secara bertahap kepada pelanggan. Sertipikat tersebut menjadi bukti kepemilikan dan hak pemanfaatan lahan makam sekaligus memberikan kepastian legalitas bagi pemiliknya.

“Sertifikat ini menjadi bukti kepemilikan dan hak pemanfaatan lahan makam, yang juga menjamin pemegangnya memperoleh layanan perawatan unit, kepastian legalitas lahan, serta ketenangan karena lahan makam keluarga telah dipersiapkan jauh-jauh hari,” kata Nugrohadi.

Saat ini pengembangan awal Insira Memorial Park mencakup area seluas lebih dari 30 hektare. Ke depan, kawasan tersebut berpotensi diperluas hingga 100 hektare guna menjawab kebutuhan lahan pemakaman Muslim yang terus meningkat, khususnya di wilayah Jabodetabek.

“Ekspansi ini kami siapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan lahan pemakaman Muslim yang tertata dan sesuai syariat, khususnya di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Nugrohadi menilai mempersiapkan lahan pemakaman sejak dini dapat menjadi solusi bagi keluarga untuk menghindari kesulitan mencari lokasi pemakaman ketika kedukaan datang. Selain itu, keluarga besar juga dapat memiliki area pemakaman yang berdekatan dalam satu kawasan.

“Dengan menyiapkan lahan sejak dini, keluarga tidak perlu lagi menghadapi sulitnya mencari lahan saat masa duka tiba. Kami juga memungkinkan makam keluarga besar berada dalam satu area yang berdekatan,” katanya.

Pilihan untuk mempersiapkan lahan makam lebih awal juga diambil oleh sebagian pelanggan. Tri Endah Handayani mengaku sengaja menyiapkan lahan makam sejak sekarang agar tidak membebani anak-anaknya di kemudian hari.

“Saya pengen di akhir hidup saya sudah menyiapkan tempat yang layak. Jadi anak-anak sudah tahu tempatnya dan saya juga tidak terlalu menyusahkan mereka nantinya,” ujarnya.

Ia mengaku mulai mempertimbangkan pentingnya memiliki lahan makam setelah melihat sejumlah pemakaman yang menurutnya memiliki kondisi kurang layak.

“Awalnya saya melihat beberapa teman yang meninggal dimakamkan di tempat yang kondisinya kurang enak dilihat, ada yang dekat tempat sampah, ada juga yang harus ditumpuk. Dari situ saya mulai mencari pemakaman yang lebih layak. Setelah mencari-cari, saya merasa Insira yang paling dekat dan paling cocok untuk saya,” katanya.

Pelanggan lainnya, Arbianti, juga mengaku telah lama berencana menyiapkan lahan pemakaman bagi dirinya dan keluarga sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

“Memang dari dulu saya sudah punya niat untuk memiliki pemakaman sendiri supaya tidak membebani anak-anak di kemudian hari. Saya pernah melihat ada pemakaman yang lokasinya di Karawang, tapi menurut saya terlalu jauh. Saya berharap ada yang lebih dekat ke Tangerang. Waktu melihat Insira di media sosial dan ternyata lokasinya sesuai yang saya cari, saya langsung datang,” tuturnya.

Menurut Arbianti, faktor lokasi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih kawasan pemakaman. Selain mudah dijangkau keluarga, akses yang baik juga dinilai akan memudahkan proses ziarah di masa mendatang.

Dari sisi aksesibilitas, Nugrohadi mengatakan lokasi Insira Memorial Park menjadi salah satu keunggulan karena memiliki akses langsung melalui jalan tol dan jalan provinsi tanpa harus melewati jalan kecil atau gang.

Menurutnya, akses tersebut akan semakin didukung dengan rencana pembangunan ruas Tol Serpong-Balaraja yang memiliki exit toll sekitar 300 meter dari kawasan pemakaman. Dari sisi produk, Insira menawarkan unit makam mulai dari Rp26,9 juta untuk tipe Single hingga Rp549 juta untuk tipe Signature Family.

Perusahaan juga membuka opsi penyesuaian tipe unit sesuai kebutuhan pelanggan. Sebagai bagian dari strategi pemasaran, perusahaan menawarkan program cashback untuk pembelian minimal empat unit kavling. Program tersebut memberikan cashback mulai dari Rp24 juta hingga Rp200 juta, tergantung tipe makam yang dipilih. Program ini ditujukan terutama bagi keluarga besar yang ingin mempersiapkan area pemakaman berdampingan dalam satu kawasan.

Selain menyediakan lahan pemakaman, Insira Memorial Park juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti masjid dan musala, lounge, kafe dan restoran, area bermain anak, plaza, marketing gallery, area drop–off, lahan parkir luas, serta fasilitas restroom yang nyaman. Kawasan ini juga memiliki jalur pejalan kaki yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Insira turut menyediakan layanan pemakaman selama 24 jam untuk memastikan keluarga mendapatkan pendampingan kapan pun dibutuhkan.

“Kami memahami bahwa kedukaan bisa datang tanpa mengenal waktu. Karena itu, layanan pemakaman kami siap beroperasi 24 jam untuk mendampingi keluarga,” kata Nugrohadi. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *