
KEJUTAN besar datang dari kancah Eredivisie. Feyenoord resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala mereka, Robin van Persie, setelah hanya 16 bulan menjabat. Keputusan ini diambil manajemen klub meski mantan penyerang legendaris Arsenal dan Manchester United tersebut berhasil membawa tim finis di posisi kedua klasemen musim lalu.
Pemecatan pria berusia 42 tahun itu terjadi hanya dua minggu setelah perombakan di jajaran manajemen, yakni penunjukan Devy Rigaux sebagai Direktur Teknis dan Robert Eenhoorn sebagai General Manager.
Perubahan struktur ini tampaknya membawa visi baru yang tidak lagi menyertakan Van Persie dalam rencana jangka panjang klub yang bermarkas di Stadion De Kuip tersebut.
Alasan Penurunan Tren Poin
Direktur Teknis Feyenoord, Devy Rigaux, memberikan apresiasi atas kontribusi Van Persie yang berhasil mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions. Namun, ia menegaskan bahwa hasil analisis internal menunjukkan adanya tren negatif yang tidak bisa diabaikan.
“Robin van Persie telah memberikan segalanya untuk klub selama 1,5 tahun terakhir. Ia layak mendapatkan apresiasi karena berhasil menutup musim yang sulit di posisi kedua dan mengamankan sepak bola Liga Champions,” ujar Rigaux dalam keterangan resminya.
Namun, Rigaux menambahkan bahwa gaya bermain dan penurunan perolehan poin, baik di kompetisi domestik maupun Eropa, menjadi faktor penentu. Sebagai catatan, meski finis sebagai runner-up, Feyenoord tertinggal jauh 19 poin dari sang juara, PSV Eindhoven.
| Durasi Jabatan | 16 Bulan |
| Pencapaian Utama | Posisi 2 Eredivisie, Kualifikasi Liga Champions |
| Selisih Poin dari Juara | 19 Poin (di belakang PSV) |
Akhir dari Romansa Sang Legenda
Perpisahan ini terasa emosional mengingat hubungan panjang Van Persie dengan klub asal Rotterdam tersebut. Ia memulai dan mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain di Feyenoord dengan catatan 46 gol dari 122 penampilan.
Setelah gantung sepatu, ia sempat mengabdi sebagai asisten pelatih di bawah Dick Advocaat dan menangani tim muda Feyenoord. Sempat melatih Heerenveen pada Mei 2024, ia kembali ke De Kuip sembilan bulan kemudian untuk mengambil peran utama, sebelum akhirnya kerja sama ini harus berakhir lebih cepat dari kontrak aslinya.
Hingga saat ini, manajemen Feyenoord belum mengumumkan siapa sosok yang akan menggantikan posisi Van Persie untuk memimpin tim mengarungi musim depan dan kompetisi Liga Champions yang sudah di depan mata. (bbc/Z-1)
