
Kota Salatiga kembali menghadapi tantangan serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) hingga April 2026, tercatat puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) di wilayah ini terkonfirmasi positif HIV/AIDS.
Hingga periode April 2026, ditemukan sebanyak 44 kasus IRT dan 41 kasus di kalangan pelajar/mahasiswa yang berdomisili di Salatiga. Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam karena kelompok IRT sering kali dianggap memiliki risiko rendah secara perilaku individu.
Penularan dari Pasangan Jadi Faktor Dominan
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga, Suparli, menyatakan bahwa mayoritas IRT yang terinfeksi merupakan korban penularan dari pasangan mereka.
“Kebanyakan IRT yang mengidap HIV/AIDS tidak semata akibat perilakunya sendiri, melainkan dari penularan pasangannya yang terinfeksi,” ujar Suparli dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan, perilaku berisiko suami seperti berganti-ganti pasangan seksual atau penggunaan narkotika suntik menjadi pintu masuk virus. Faktor budaya dan ketimpangan gender juga membuat istri memiliki posisi tawar yang rendah untuk meminta suami melakukan tes kesehatan atau menggunakan pengaman saat berhubungan.
Penting: Deteksi dini melalui tes HIV di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat sangat disarankan bagi kelompok berisiko untuk mendapatkan penanganan ARV secara gratis dan rahasia.
Data Kumulatif dan Sebaran Wilayah
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Dr. Prasit Al Hakim, menjelaskan bahwa secara kumulatif hingga April 2026, terdapat 466 ODHIV di Salatiga. Meski angka temuan meningkat, Salatiga berada di peringkat ke-23 se-Jawa Tengah, jauh di bawah kota besar seperti Semarang dan Surakarta.
Berikut rincian temuan kasus baru berdasarkan wilayah kecamatan di Salatiga selama 2026:
| Kecamatan | Jumlah Kasus Baru |
|---|---|
| Kecamatan Tingkir | 6 Kasus |
| Kecamatan Sidorejo | 2 Kasus |
| Kecamatan Sidomukti | 1 Kasus |
| Kecamatan Argomulyo | 0 Kasus |
Langkah Antisipasi Pemerintah
Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat sinergi antara DKK, DP3APPKB, dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Fokus utama saat ini adalah memperluas jangkauan skrining dan memberikan edukasi masif guna memutus rantai penularan serta menghapus stigma negatif terhadap para penyintas.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan. Semakin cepat virus terdeteksi, semakin besar peluang penderita untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik melalui pengobatan rutin.
