Lakukan Aksi Ekstrem Sendiri, Ned Brower Cerita Babak Belur Demi Adegan Intens di Serial 'The Pitt'
Aktor Ned Brower blak-blakan soal adegan karakternya yang ditangkap agen ICE dalam serial ‘The Pitt’, hingga membuatnya tidak bisa berjalan selama tiga hari.(HBO Max)

AKTOR Ned Brower blak-blakan mengenai alur cerita karakternya yang emosional dan berujung pada penangkapan oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) pada musim terbaru serial The Pitt.

Dalam episode 11 musim kedua, ruang IGD kedatangan agen ICE yang membawa seorang tahanan bernama Pranita (diperankan Ramona DuBarry) untuk mendapatkan perawatan. Kehadiran para agen tersebut memicu kecemasan bagi pasien dan staf medis. Di tengah situasi yang mulai tidak terkendali karena taktik agresif agen ICE, karakter perawat Jesse yang dimainkan Brower ditahan akibat berupaya melindungi pasiennya.

Saat berbicara dengan PEOPLE, Brower, 47, mengungkapkan meski adegan tersebut direkam sebelum kematian Alex Pretti dan Renee Nicole Good yang ditembak pada Januari di Minneapolis, ia menilai cerita ini sangat bermakna bagi para pekerja medis. Kendati demikian, ia mengaku sempat cemas karena topik yang diangkat tergolong sensitif.

“Saya sempat khawatir seluruh adegan ini akan berakhir di ruang penyuntingan (dihapus),” ujarnya. “Dan pada akhirnya, adegan itu mendarat di posisi tengah, tetapi saya sangat senang adegan tersebut lolos sensor. Adegan itu pastinya tetap memberikan dampak penuh seperti yang kami inginkan.”

Brower mencatat bahwa beberapa bagian kekerasan memang dikurangi dari hasil rekaman aslinya. “Mereka menjaga adegan itu tetap padat, tetapi masih memiliki dampak penuh dalam cerita,” tuturnya. “Jadi, saya sangat senang dengan hasilnya dan sangat senang bisa menjadi bagian di dalamnya.”

Adegan fisik tersebut terasa sangat intens karena Brower memilih untuk melakukan aksi lakonnya sendiri tanpa pemeran pengganti. Ia harus berhadapan dengan aktor Juju Alexander yang memerankan agen ICE.

“Maksud saya, saya pada dasarnya bertarung dengan pria yang saya rasa bertinggi badan 6 kaki 6 inci (198 cm) dan berat 320 pon (145 kg), sedangkan tinggi saya 6 kaki (182 cm), tetapi pria ini benar-benar menjulang di atas saya,” kata musisi proyek Bloodwerk tersebut.

Brower ingin adegan itu terasa senyata mungkin. “Anda bisa bayangkan dilempar ke tanah 20 kali berturut-turut oleh pria yang sangat besar [dan] diikat dengan tali pengikat kabel. Itu luar biasa, tetapi saya tidak bisa berjalan selama tiga hari,” ungkap mantan musisi Rooney ini.

Respons publik terhadap tagar #freejesse pun ramai di internet, seperti yang sempat diprediksi oleh lawan mainnya, Noah Wyle. Namun, di luar fiksi, episode ini membuka ruang diskusi yang lebih dalam di dunia nyata.

“Jumlah orang yang menghubungi saya dengan cerita dari rumah sakit mereka sendiri, di mana hal-hal seperti [intervensi ICE] itu benar-benar terjadi, sangat mengejutkan saya,” ucapnya. “Hal itu membuat saya semakin menghargai kesempatan untuk menceritakan kisah tersebut.”

Mengenai masa depan karakternya, Brower memastikan bahwa Jesse tidak akan dideportasi ke El Salvador, meski ia masih harus menunggu naskah musim depan untuk mengetahui nasib kelanjutannya. (People/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *