
DIREKTUR Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak negara-negara mencabut pembatasan perjalanan menyusul epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda.
Dalam konferensi pers di Jenewa pada Rabu (3/6/2026), Tedros menegaskan bahwa larangan perjalanan tersebut justru menjadi penghambat besar dalam upaya penanganan wabah. Menurutnya, kebijakan isolasi wilayah secara total mengganggu rantai pasok medis dan menyulitkan pengiriman bantuan ke zona terdampak.
Pernyataan WHO: “Pembatasan perjalanan menyeluruh mengganggu rantai pasok dan menghambat upaya penanganan. WHO merekomendasikan pemeriksaan ketat saat keberangkatan di bandara, pelabuhan, dan perbatasan sebagai alternatif pencegahan penyebaran.”
Eskalasi Penutupan Perbatasan
Situasi di lapangan menunjukkan tren pengetatan akses yang signifikan. Pada akhir Mei, Kementerian Kesehatan Uganda telah memutuskan untuk menutup perbatasan dengan DRC. Langkah ini diambil menyusul penetapan status keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional oleh WHO pada 15 Mei lalu.
Ketegangan kebijakan juga terjadi di Kenya. Pengadilan Tinggi Kenya pada 29 Mei mengeluarkan larangan sementara bagi masuknya individu yang terinfeksi virus Ebola ke negara tersebut. Hal ini merespons laporan mengenai rencana Amerika Serikat untuk mengirimkan warga negaranya yang terinfeksi Ebola ke Kenya guna menjalani perawatan.
Risiko Fatalitas Tinggi
Ebola tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan paling mematikan di dunia. Virus ini ditularkan dari hewan liar seperti kelelawar dan primata ke manusia, kemudian menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau benda yang terkontaminasi.
Data PBB menunjukkan tingkat kematian rata-rata penyakit ini mencapai 50 persen. Namun, dalam beberapa kasus wabah sebelumnya, tingkat fatalitas tercatat bisa melonjak hingga 90 persen. WHO berpendapat bahwa mitigasi terbaik adalah melalui skrining ketat di titik keberangkatan, bukan dengan memutus jalur logistik yang sangat dibutuhkan untuk menekan angka kematian tersebut. (Ant/H-4)
