
UPAYA membangun koloni manusia di Mars menghadapi tantangan besar, terutama terkait ketersediaan lahan untuk memproduksi pangan. Permukaan Planet Merah yang tandus dan miskin nutrisi selama ini menjadi hambatan utama bagi visi pertanian luar angkasa. Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan pada 1 Juni 2026 memberikan harapan baru melalui pemanfaatan jamur sebagai agen penyubur tanah Mars.
Permukaan Mars didominasi oleh regolit, yakni campuran debu dan pecahan batu yang hampir tidak memiliki bahan organik. Berbeda dengan tanah di Bumi, regolit Mars mengandung nutrisi yang sangat terbatas serta senyawa tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman secara alami.
Dalam studi terbaru yang dirilis tahun 2026, para ilmuwan meneliti kemampuan berbagai spesies jamur untuk meningkatkan kualitas regolit tersebut. Hasil riset menunjukkan bahwa jamur tertentu mampu melepaskan unsur hara dari mineral yang terkandung dalam regolit, sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman.
Selain itu, jamur berperan penting dalam memperbaiki struktur media tanam melalui simbiosis dengan akar tanaman untuk meningkatkan penyerapan air.
Para peneliti mengidentifikasi beberapa kelompok jamur sebagai kandidat menjanjikan, di antaranya:
- Trichoderma
- Penicillium
- Aspergillus
- Jamur Mikoriza
Organisme-organisme ini terbukti mampu bertahan dalam kondisi lingkungan ekstrem dan efektif memacu pertumbuhan tanaman pada media yang miskin nutrisi.
Teknologi ini dinilai sangat strategis karena sejalan dengan konsep In-Situ Resource Utilization (ISRU). Dengan memanfaatkan material lokal di Mars, calon kolonis dapat menekan biaya logistik yang sangat besar karena tidak perlu mengirim pupuk atau tanah dari Bumi.
Meskipun saat ini penelitian masih berada pada tahap simulasi laboratorium menggunakan regolit buatan, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada peluang tanaman untuk tumbuh dan berkembang.
Para ilmuwan dari berbagai institusi, termasuk University of Texas at Austin dan program riset NASA, menegaskan bahwa meski memerlukan penelitian lanjutan, organisme sederhana seperti jamur akan menjadi kunci vital bagi keberlangsungan hidup manusia di Mars di masa depan.
