Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Sudah Lazim Sejak Dulu
Peternak mengikat sapi kurban jenis simental berbobot 1,1 ton bantuan Presiden Prabowo Subianto di Desa Pombulaa Jaya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (24/5/2026).(Antara)

PROGRAM bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belakangan menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah praktik baru dalam pemerintahan Indonesia.

Menurut Sugiat, penggunaan dana negara untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan merupakan prosedur yang lumrah dilakukan oleh seorang kepala negara.

“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” kata Sugiat di Jakarta, Rabu (27/6).

Praktik Rutin yang Membantu Masyarakat

Sugiat menjelaskan bahwa distribusi bantuan kurban oleh Presiden telah dijalankan secara konsisten sejak era pemerintahan sebelumnya, sehingga tidak terbatas pada masa jabatan Presiden Prabowo Subianto saja. Keberadaan bantuan ini dinilai memberikan dampak nyata bagi ribuan masyarakat saat merayakan Iduladha.

Selain sektor sosial keagamaan, Sugiat juga menegaskan bahwa anggaran bantuan Presiden telah lama dialokasikan untuk berbagai bidang vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.

“Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi, jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” kata Sugiat.

Detail Distribusi Kurban Presiden 1447 H

Sebagai informasi, pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi. Sapi-sapi tersebut merupakan produk peternak lokal dengan kualitas premium, memiliki bobot berkisar antara 800 kilogram hingga 1,3 ton.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, merinci bahwa jenis sapi yang dikurbankan sangat beragam, meliputi Simmental dan Limousin, peranakan Ongole dan Brahmana, Angus dan Sapi Bali, serta FH (Friesian Holstein), Belgian Blue, serta Charolais.

Pendanaan pengadaan sapi kurban ini diambil dari pos anggaran bantuan presiden untuk kemasyarakatan yang bersumber dari APBN, dengan total nilai mencapai Rp100 miliar. Penentuan harga sapi sendiri dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan dengan berat dan lokasi distribusi di tiap-tiap daerah di Indonesia. (Ant/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *